Posted by: bachtiar hakim | March 13, 2008

Jurnalistik Indonesia, Menulis Berita dan Feature – A.S. Haris Sumadiria


Judul Buku : Jurnalistik Indonesia, Menulis Berita dan Feature

Pengarang : A.S. Haris Sumadiria

* Ringkasan :

Menyelami Jurnalistik Indonesia

Jurnalistik adalah kegiatan menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menyebarkan berita melalui media berkala kepada khalayak seluas-luasnya dengan secepat-cepatnya.

Jika dilihat dari segi bentuk dan pengolahannya, jurnalistik dibagi menjadi ke dalam tiga bagian besar, yaitu:

a. Jurnalistik Media Cetak

Jurnalistik Media Cetak dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor verbal dan visual. Dalam perfektif jurnalistik, setiap informasi yang disajikan kepada khalayak, bukan saja harus benar, jelas, dan akurat, melainkan juga harus menarik, membangkitkan minat dan selera baca (surat kabar, majalah) selera dengar (radio siaran), dan selera menonton (televisi).

b. Jurnalistik Media Elektronik Auditif

Jurnalistik Media Elektronik auditif atau jurnalsitik radio siaran, lebih banyak dipengaruhi dimensi verbal, teknologikal, dan fisikal.

c. Jurnalistik Media Elektronik Audiovisual

Jurnalistik media elektronik audiovisual atau jurnalistik televisi siaran, merupakan gabungan dari segi verbal, visual, teknologikal, dan dimensi dramatikal. Dramatikal berarti bersinggungan dengan aspek serta nilai dramatik yang dihasilkan oleh rangkaian gambaran yang dihasilkan secara simultan.

Produk Jurnalistik

Produk jurnalistik digolongkan atas : surat kabar, tabloid, majalah, buletin, atau berkala lainnya seperti radio, televisi dan media on line internet. Surat kabar, tabloid, majalah, dan buletin dapat digolongkan ke dalam tiga besar, yaitu berita (news), opini (views), dan iklan (advertising). Namun dari tiga golongan tadi yang bisa disebut produk jurnalistik hanyalah berita dan opini saja.

Kelompok berita (news), meliputi berita langsung (sraight news), berita menyeluruh (comprehensive news), berita mendalam (depth news), pelaporan mendalam (depth reperting), berita menyelidikan (investigative news), berita khas bercerita (feature news), berita gambar (photo news).

Kelompok opini, meliputi tajuk rencana, karikatur, pojok, artikel, kolom, esai, dan surat pembaca. Sedangkan kelompok iklan, mencakup berbagai jenis dan sifat iklan mulai dari iklan produk barang dan jasa, iklan keluarga seperti iklan dukacita, sampai kepada iklan layanan masyarakat.

Ruang Lingkup Pers

Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, mengolah dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data grafik maupun dalan bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jelis saluran yang tersedia (pasal 1 ayat (1) UU pokok Pers No. 40/1999).

Fungsi Utama Pers, yaitu:

a. Informasi

b. Edukasi

c. Koreksi

d. Rekreasi

e. Mediasi

Karakteristik Pers, yaitu;

- Periodesitas, artinya pers harus harus terbir secara teratur.

- Publisistas, artinya pers ditujukan kepada khalayak sasaran umum yang sangat heterogen.

- Aktualitas, berarti informasi apa pun yang disuguhkan media pers harus mengandung unsur kebaruan, menunjuk kepada peristiwa yang benar-benar baru terjadi atau sedang terjadi.

- Universalitas, berkaitan dengan kesemestaan pers dilihat dari sumbernya dan dari keanekaragaman materi isinya.

- Objektivitas, merupakan nilai etika dan moral yang harus dipegang teguh oleh surat kabar dalam menjalankan profesi jurnalistiknya.

Tipologi Pers, terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu:

- Pers berkualitas, pers jenis ini serius dalam segala hal dengan mengutamakan pendekatan rasional institusional.

- Pers populer, memilih penyajian yang sesuai dengan selera jaman, cepat berubah-rubah, sederhana, tegas- lugas, enak dipandang, mudah dibaca, kaya warna, dan sangat kompromistis dengan tuntutan pesar.

- Pers kuning, penyajian pers jenis ini banyak mengekploitasi warna. Segala macam warna ditampilkan untuk mengundang perhatian. Penataan judul sering tak beraturan, tumpang-tindih.

Jenis dan Wilayah Sirkulasi Pers,

Menurut segmentasi dan pangsa pasarnya, pers dapat diklasifikasi kedalam lima kelompok, yaitu pers komunitas, pers lokal, pers regional, pers nasional, dan pers internasional.

Pilar Penyangga Pers, yaitu:

- Idealisme

- Komersialisme

- Profesionalisme

Landasan Pers Nasional

Dalam SK Dewan Pers 79/1974 ditegaskan, pers nasional berpijak kepada enam landasan, yaitu:

- Landasan idiil adalah pancasila

- Landasan kontitusional adalah UUD 1945.

- Landasan strategis operasional adalah garis-garis besar Laluan negara (GBHN).

- Landasan yuridis formal UU Pokok Pers NO.11/1966.

- Landasan sosiologis kultural adalah tata nilai dan norma sosial budaya agama yang berlaku pada masyarakat bangsa indonesia

- Landasan etis propesional adalah kode etik Persatuan Wartawan Iandonesia (PWI).

Klasifikasi, Jenis dan Nilai Berita

Klasifikasi Berita

Berita dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori, yaitu:

1. Berita ringan (soft news).

2. Berita berat (hard news).

Jenis-jenis Berita, yaitu:

a. Straight news report adalah laporan langsung mengenai suatu peristiwa.

b. Depth news report, reporter menghimpun informasi dengan fakta-fakta mengenai peristiwa itu sendiri sebagai informasi tambahan untuk peristiwa tersebut.

c. Comprehensive merupakan laporan tentang fakta yang bersifat menyeluruh ditinjau dari berbagai aspek.

d. Interpretative report, biasanya memfokuskan sebuah isu, masalah, atau peristiwa-peristiwa kontroversial.

e. Feature story, penulis mencari fakta yang menarik perhatian pembacanya.

f. Depth reporting adalah pelaporan jurnalistk yang bersifat mendalam, tajam, lengkap, dan utuh tentang suatu peristiwafenomenal atau aktual.

g. Investigative reporting, para wartawan melakukan penyelidikan untuk memperoleh fakta yang tersembunyi demi suatu tujuan. Biasanya pelaksanaannya sering ilegal atau tidak etis.

h. Editorial writing adalah penyajian fakta dan opini yang menafsirkan berita-berita yang penting dan memengaruhi pendapat umum.

i.

Nilai berita, terbagi menjadi 11 nilai, yaitu:

1. Keluarbiasaan, berita adalah sesuatu yang luar biasa. Semakin besar suatu peristiwa semakin besar pula nilai berita yang ditimbulkan.

2. Kebaruan, berita adalah sesuatu yang baru. Apa saja perubahan penting yang terjadi dan dianggap berarti.

3. Akibat, dampak suatu pemberitaan bergantung pada beberapa hal yaitu seberapa banyak khalayak yang terpengaruh, pemberitaan itu langsung mengena kepada khalayak atau tidak.

4. Aktual, berita adalah apa yang terjadi hari ini, apa saja yang belum diketahui, tentang apa saja yang akan terjadi hari ini atau adanya opini berupa pandangan dan penilaian yang berbeda dengan opini sebelumnya sehingga opini itu mengandung informasi penting dan berarti.

5. Kedekatan, berita adalah kedekatan, baik secara geografis maupun psikologis.

6. Informasi, informasi yang diberikan harus bermanfat bagi khalayak.

7. Konflik, berita adalah konflik atau segala sesuatu yang mengandung unsur atau sarat dengan dimensi pertentangan.

8. Orang penting

9. Ketertarikan manusiawi

10. Kejutan, berita bisa membawa sebuah kejutan yang tidak pernah terduga.

11. seks

Mencari, meliput, dan Menulis Berita

Mengenali Sumber Berita

Sumber berita berdasarkan sifatnya, dibagi kedalam dua kelompok yaitu (1) sumber berita formal (resmi), seperti para wartawan yang memburu berita di kantor pejabat. (2) sumber berita informal, seperti wartawan yang memperoleh berita dari anggota masyarakat, ilmuan, para teknisi, atau peneliti lapangan.

3. Sumber berita berdasarkan materi isinya, menurut Errol Jonathan, dapat diklasifikasikan kedalam tiga kelompok, yaitu:

a. Paper trail, bahan berita berupa tulisan seperti press release, dokumen atau makalah.

b. Electronic trail, sumber berita dapat diperoleh dari perangkat elekronik seperti internet.

c. People trail, orang sebagai narasumber.

Teknik Wawancara Berita

1. Persyaratan wawancara berita, yaitu mempunyai tujuan yang jelas, efisien, menyenangkan, mengandalkan persiapan dan riset awal, melibatkan khalayak, menimbulkan spontanitas, pewawancara sebagai pengendali, dan mengembangkan logika.

2. Jenis-jenis wawancara berita, yaitu wawancara sosok pribadi, wawancara berita, wawancara jalanan, wawancara sambil lalu, wawancara telepon, wawancara tertulis, dan wawancara kelompok.

3. Hal yang harus diperhatikan selama wawancara, yaitu menjaga suasana, bersikap wajar, memelihara situasi, tangkas dalam menarik kesipulan, menjaga pokok persoalan, kritis, dan menjaga sopan santun.

4. Pola wawancara berita, menurut Bruce D. Itule terdapat dua macam pola wawancara. Pertama, Funnel interview, yaitu pola wawancara yang disusun seperti bentuk corong atau cerobong. Pola wawancara seperti ini diawali dengan perbincangan. Kedua, interved funnel interview, yaitu pola wawancara yang disusun seperti cerobong terbalik. Reporter langsung menanyakan hal yang pokok tanpa memulai hal yang umum.

Syarat Judul Berita

Judul adalah pemicu daya tarik pertama bagi pembaca untuk membaca suatu berita. Judul berita yang baik harus memenuhi tujuh syarat, yaitu:

- Provokatif

- Singkat dan padat

- Relevan

- Fungsional

- Formal

- Representatif

- Merujuk pada bahasa baku

- Spesifik

Jenis-jenis Teras Berita

Teras berita dibagi kedalam 12 bagian, yaitu:

1. Who lead (teras berita siapa), dipilih dengan unsur pertimbangan unsur siapa atau pelaku peristiwa memiliki nilai berita yang besar dan kuat.

2. What lead (teras berita apa), pertimbangan unsur apa memiliki nilai berita jauh lebih besar.

3. When Lead (teras berita kapan), mempertimbangkan unsur waktu yang memiliki nilai berita yang besar.

4. Where Lead (teras berita dimana), menunjuk kepada tempat yang dipilih melalui pertimbangan unsur tempat yang memiliki nilai berita yang kuat.

5. Why Lead (teras berita mengapa), mempertimbangkan unsur mengapa atau sesuatu yang menjadi penyebab dan latar belakang peristiwa, diasumsikan memiliki nilai berita yang lebih besar.

6. How Lead (teras berita bagaimana), dengan mempertimbangkan unsur bagaimana atau sesuatu yang menjadi petunjuk tentang bagaimana suatu peristiwa terjadi, jalan keluar atau langkah suatu solusi yang akan diambil.

7. Contrast Lead (teras berita kontras), mempertimbangkan unsur kontras atau sesuatu yang berlawanan pada subjek pelaku peristiwa.

8. Quotatian Lead (teras berita kutipan), dengan pertimbangan unsur perkataan langsung yang dilontarkan oleh narasumber atau pelaku peristiwa.

9. Question Lead (teras berita Pertanyaan), mempertimbangkan unsur pertanyaan yang dilontarkan oleh narasumber atau pelaku peristiwa.

10. Descriptive Lead (teras berita pemaparan), dengan pertimbangan unsur suasana atau sitauasi yang melekat dalam suatu peristiwayang terjadi.

11. Naratif Lead (teras berita Bercerita), dengan mempertimbangkan unsur realitas cerita yang terdapat dalam suatu peristiwa yang terjadi.

12. Exclamation Lead (teras berita menjerit), dengan dasar kenyakinan unsur jeritan atau teriakan yang dilontarkan oleh narasumber atau pelaku peristiwa.

Feature: Jurnalistik Sastra

Feature adalah cerita atau karangan khas yang berpijak pada fakta dan data yang diperoleh melalui proses jurnalistik. Feature mempunyai lima fungsi yaitu (1) sebagai pelengkap sekaligusvariasi sajian berita langsung, (2) pemberi informasi tentang suatu situasi, keadaan, atau peristiwa yang terjadi, (3) penghibur atau sarana rekreasidan pengembangan imajinasi yang menyenangkan, (4) wahana pemberi nilai dan makna terhadap suatu keadaan atau peristiwa, dan (5) sarana ekspresi yang paling efektif dalam mempengaruhi khalayak.

Jenis-Jenis Feature

Feature terbagi menjadi enam bagian, yaitu:

1. Feature Minat Insani, dimaksudkan untuk mengaduk-aduk perasaan,

suasana hati, bahkan menguras air mata khalayak.

2. Feature sejarah

3. Feature perjalanan

4. Feature petunjuk praktis, menuntun atau mengajarkan tentang

bagaimana melakukan atau mengerjakan sesuatu.

5. Feature Ilmiah, mengungkap sesuatu yang berkaitan dengan dunia ilmu

pengetahuan.

Norma-norma Jurnalistik Sastra

Menurut Kramer Aturan atau norma mencakup delapan hal, yaitu (1) riset mendalam dan melibatkan diri dengan subjek, (2) jujur kepada pembaca dan sumber berita, (3) Fokus kepada peristiwa-peristiwa rutin, (4) menyajikan tulisan yang akrab-informal-manusiawi, (5) gaya penulisan yang sederhana dan memikat, (6) sudut pandang yang langsung menyapa pembaca, (7) menggabungkan naratif primer dan naratif simpangan, dan (8) menanggapi reaksi0reaksi sekuensial pembaca.

Teknik Menulis Cerita

Menurut Septiawan Santana, feature memiliki 4 ciri utama, yaitu:

1. Penyusunan adegan, laporan disusun menggunakan teknik bercerita

adegan demi adegan.

2. Dialog, melalui teknik ini jurnalis mencoba memancing keingintahuan

pembaca.

3. Sudut pandang orang ketiga, melalui teknik ini jurnalis mencoba

melibatkan pembaca, mengajak pembaca ditiap keinginan, pikiran, dan

pengalaman yang terjadi.

4. Mencatat detail, semua hal yang dapat dicatat secara rinci yaitu pelaku

adat istiadat, kebiasaan, gaya hidup, pakaian, dekorasi rumah, , perjalanan wisata, makanan, cara merawat rumah, dll.

Unsur-unsur Pokok Cerita Feature, yaitu:

- Tema

- Sudut pandang

- Plot

- Karakter

- Gaya

- Suasana

- Lokasi peristiwa

Jenis-jenis Intro Cerita Feature, yaitu:

Intro ringkasan, Intro bercerita, Intro deskriptif, Intro kutipan, Intro Pertanyaan, Intro menuding langsung, Intro penggoda, Intro unik, Intro gabungan, Intro Kontras, Intro dialog, Intro menjerit, Intro statistik

Teknik Menutup Cerita Feature

Penutup ringkasan, Penutup penyengat, Penutup klimaks, Penutup menggantung, Penutup ajakan bertindak

Hukum dan Etika pers

Hakikat dan Tujuan Hukum, ada tiga aliran tujuan hukum, yaitu:

- Aliran etis, menganggap bahwa pada dasarnya tujuan hukum itu adalah semata-mata untuk mencapai tujuan.

- Aliran Utilitas, menganggap bahwa pada dasarnya tujuan hukum adalah semata-mata untuk menciptakan kemanfaatkan atau kebahagiaan warga masyarakat.

- Aliran normatif-dogmatik, menganggap bahwa pada asasnya hukum adalh semata-mata untuk menciptakan kepastian hukum.

Kriteria dan Jenis Delik Pers

- Kriteria delik pers, delik pers adalah delik yang terdapat dalam KUHP tetapi tidak merupakan delik yang berdiri sendiri. Menurut ahli hukum, delik pers adalah setipa pengumuman dan atau penyebarluasan pikiran melalui penerbitan pers.

- Jenis delik pers, terbagi menjadi dua yaitu (a) delik aduan, berarti kasus pers baru muncul hanya apabila ada pihak yang mengandukan pada pihak berwajib. (b) delik biasa, kasus pers itu muncul dengan sendirinya tanpa didahului dengan munculnya pengaduan dari pihak yang merasa dirugikan akibat pemberitaan pers.

- Kelompok delik pers, dibagi kedalam lima kelompok yaitu (1) kejahatan terhadap ketertiban umum yang diatur dalam pasal 154,155,156, dan 157 KUHP, (2) kejahatan penghinaan yang mencakup penghinaan presiden dan wakil presiden yang diatur dalam 134 dan 137 KUHP serta penghinaan umum yang diatur dalam 310 dan 315 KUHP, (3) kejahatan melakukan penghasutan yang diatur dalam pasal 160 dan 161 KUHP, (4) kejahatan menyiarkan kabar bohong yang diatur dalam pasal 14 dan pasal 15 UU No.1/1946, dan (5) delik kesusilaan yang diatur dalam pasal 282 dan pasal 533 KUHP.

About these ads

Responses

  1. Salam Kenal Ya Kk…..!
    Kalo Ada berita – berita baru Kabar2in dunkz….

    • salam kenal juga

  2. Salam Kenal Kk ! hebat sekali Info-Info di sini lengkap dan mendetail sekali.

  3. salam kenal juga ea kk, bner iea info di dini lengkap n mendetail klo ada berita baru kabarin iea, coz ak pgn ngambil jurusan jurnalistik ka. ok thanks

  4. terima kasih atas infonya mengenai pers, mohon izin untuk mengunduh artikelnya

  5. nah ketauan kan… mau tetap E karena ngambil dari blog ini atau bikin sendiri??

    • wah.. ada bu maimon disini. syukur atuh.. punten, bu. sekadar ingin meluruskan. saya tidak ada niatan sama sekali untuk membocorkan contekan rangkuman kepada teman2 di kampus… seperti diketahui, pembaca blog ini umum… kebetulan, saya lihat di internet (untuk konteks Indonesia), saat ini sedikit sekali tulisan bertema jurnalistik.

      Saya hanya ingin ikut berpartisipasi dalam komunitas internet dengan menyumbang yang saya punya. Ketika saya memosisikan diri sebagai pencari informasi di Internet , saya baru tersadar bahwa segala informasi di Internet bisa ada karena ada yang berinisiatif menyumbangkan tulisannya. itulah alasan saya.

      Mungkin, ibu dan teman2 juga dapat ikut saling menyumbang ifnormasi lewat blog/situs masing2… . Piss, bu… Terima kasih udah mampir. wassalam.

  6. makasih Pak, saya jd banYak belajar neh…

  7. lengkap tanQ….

  8. Apa pengertian dari kode etik wartawan indonesia diantaranya : asas profesionalisme, nasionalisme, demokrasi ,dan religius ???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: