Posted by: bachtiar hakim | March 16, 2008

Menulis Artikel dan Tajuk Rencana – AS Haris Sumadiria


Menulis Artikel dan Tajuk Rencana
oleh Drs. AS Haris Sumadiria M.Si.

Rangkuman :
1. Mengapa menulis artikel ?
Secara teknis jurnalistik, artikel adalah salah satu bentuk opini yang terdapat dalam surat kabar atau majalah. Disebut salah satu, karena masih ada bentuk opini yang lain.
Artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual atau kontroversial dengan tujuan untuk memberitahu (informatif), mempengaruhi dan meyakinkan (persuasif argumentatif), atau menghibur khalayak pembaca (rekreatif).
Kelompok opini, meliputi ;
Tajuk rencana atau editorial, opini pendapat dan sikap resmi suatu media sebagai institusi penerbitan terhadap persoalan aktual, fenomenal, atau kontoversial yang berkembang dalam masyarakat.
Karikatur, opini redaksi media dalam bentuk gambar yang sarat dengan muatan kritik sosial dengan memasukkan unsur kelucuan, anekdot, atau humor agar siapa pun yang melihatnya bisa tersenyum, termasuk tokoh atau objek yang dikarikaturkan itu sendiri.
Pojok, kutipan pernyataan singkat narasumber atau peristiwa tertentu yang dianggap menarik atau kontroversial, untuk kemudian dikomentari oleh pihak redaksi dengan kalimat atau kata-kata yang mengusik, menggelitik, adakalanya reflektif.
Kolom, opini singkat seseorang yang lebih banyak menekankan aspek pemaknaan dan pengamatan terhadap suatu persoalan atau keadaan yang tedapat dalam masyarakat.
Surat pembaca, opini singkat yang ditulis oleh pembaca dan dimuat dalam rubrik khusus surat pembaca.
Karakteristik artikel
1.Ditulis dengan atas nama (by line story)
2.Mengandung gagasan aktual atau dan kontroversial
3.Gagasan yang diangkat harus menyangkut kepentingan sebagian besar khalayak pembaca
4.Ditulis secara referensial dengan visi intelektual
5.Disajikan dalam bahasa yang hidup, segar, populer, komunikatif
6.singkat dan tuntas
7.orisinal
Jenis-jenis artikel
Artikel praktis, Lebih banyak bersifat petunjuk praktis tentang cara melakukan sesuatu (how to do it). Artikel praktis biasanya ditulis menggunakan pola kronologis.
Artikel ringan, lebih banyak mengangkat topik bahasan yang ringan dengan cara penyajiannya yang ringan pula, dalam arti tidak menguras pikiran kita. Artikel ringan dikemas dengan gaya paduan informasi dan hiburan (infotainment).
Artikel halaman opini, mengupas suatu masalah secara serius dan tuntas dengan merujuk pada pendekatan analitis akademis. Sifatnya relatif berat.
Artikel analisis ahli, ditulis oleh ahli atau pakarnya dalam bahasa yang populer dan komunikatif.
Kedudukan dan fungsi artikel
Sebagai penafsir dan penerjemah berita bagi surat kabar
Bagi surat kabar berkualitas, kehadiran artikel merupakan keharusan, sebagai syarat mutlak, dan bukan sebagai pilihan.
Sebagai wahana diskusi dan sosisalisasi gagasan, kontribusi pemikiran dalam kerangka mencari solusi, serta proses sarana aktualisasi dan eksistensi diri bagi penulis.
Syarat menjadi penulis artikel
Teknikal, menunjuk pada kemampuan menggunakan atau mengoperasikan peralatan kerja yang diperlukan seperti mesin tik, komputer, laptop, notebook, desk noot, atau e-mail.
Mental, menunjuk pada tekad, semangat , dan kemauan keras untuk terus belajar dengan disertai sikap pantang menyerah.
Reading –habit, menunjuk pada kebisaan dan budaya baca sebagai kebutuhan pokok sehari-hari
Intelektual, berkaitan denga visi akademis, daya nalar, wawasan ilmu pengetahuan, serta kemampuan dalam menyajikan tulisan seacara logis, sistematis, dan analistis dengan didukung oleh referensi yang relevan.
Sosiokultural, berkaitan dengan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosial termasuk menjalin komunikasi dengan pihak media massa.

2. Persiapan menulis artikel
Sebagai proses kreatif, menulis artikel dibagi ke daam tiga tahap:
1.Persiapan penulisan (prewriting)
Aspek administratif, disini kita menyiapkan hal-hal yang bersifat administratif, seperti alat-alat mesin yang telah disebutkan pada bab sebelumnya.
Aspek teknis, pastikan peralatan kerja yang kita perlukan berfungsi dengan baik.
Aspek akademis, membuat kerangka karangan.
Aspek psikologis, jangan pernah menganggap menulis sebagai pekerjaan yang memberatkan.
2.Pelaksanaan penulisan (writing)
Kita harus memusatkan perhatian hanya kepada tulisan yang kita buat dan menghindari gangguan yang bisa membatalkan tulisan kita.
3.Perbaikan materi (editing)
Revisi judul, baca dan periksa kembali judul “sementara” yang dipakai, apakah akan diubah menjadi “permanen”.
Revisi intro, yang baik cukup tiga paragraph, ringkas, jelas, menarik, dan ditulis dalam bahasa jurnalistik yang baik.
Revisi komposisi
Revisi akurasi dan relevansi data, teliti dalam mengutip nama,jabatan, pangkat,dll.
Revisi ejaan dan istilah teknis, harus dipahami secara umum.
Revisi gramatika, gunakan struktur dan makna yang benar.
Revisi bobot dan substansi materi tulisan, tulisan menunjukka kualitas dan kredibilata penulis.
Asumsi dampak yang diharapkan.

Carilah Ide yang Menarik
Sumber ide Artikel
seorang jurnalis harus selalu kreatif. Ide ada dan bisa dicari dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Jurnlis harus banyak melihat, mendengar, membaca, dan mengalami suatu hal secara langsung. Sumber ide dikutip dari Fundamentals of Communication oleh Prof. Wayne N. Thompson, sumber ide berasal dari :
Pengalaman pribadi,.
Hobi atau keterampilan.,
Pengalaman pekerjaan atau profesi, pelajaran sekolah, kuliah, penataran atau pelatihan.
Pendapat dan hasil pengamatan pribadi seperti kritikan pada permainan, pertunjukkan, pameran, film, sinetron, buku, puisi, kaset, tulisan.
Peristiwa aktual, yakni peristiwa yang sedang atau baru terjadi dan menjadi sorotan serta pembicaraan publik, seperti berita halaman muka surat kabar, berita radio0 dan televisi, ceramah, penemuan mutakhir.
Peristiwa yang bakal terjadi.
Masalah abadi seperti agama, pendidikan, kemanusiaan.
Masalah masyarakat yang belum selesai seperti KKN.
Kejadian khusus seperti peringatan atau perayaan hari-hari bersejarah.
Minat khalayak seperti kesehatan, penampilan, mode, pengembangan diri, tambahan ilmu, tambahan penghasilan.
Menyeleksi dan Menetapkan Ide
Tidak semua ide daoat ditulis. Ide masih abstrak dan perlu peningkatan menjadi topic kongkret sehingga operasional. Syarat ide yang baik :
Aktual
Relevan
Terjangkau
Tetapkan topik secara spesifik
Topik harus sesuai dengan latar belakang pengertahuan, pendidikan, atau bidang keahlian kita, sehingga memungkinkan kita untuk lebih tahu dibandingkan dengan rata-rata khalayak pembaca.
Topik harus menarik minat kita sekaligus menarik minat khalayak sehingga terjadi titik singgung kepentingan.
Topik harus sesuai dengan bingkai pengetahuan khalayak sehingga khalayak dapat dengan mudah mengikuti jalan pikiran dan seluruh uraian artikel kita.
Topik harus aktual, fenomenal, atau kontroversial sehingga dengan cepat dan mudah memancing motivasi kepada khalayak pambaca untuk segera membaca artikel kita.
Topik harus jelas ruang lingkup dan pembatasannya.
Topik harus dapat ditunjang dengan bahan yang ada.
Pilih judul provokatif
Judul artikel yang baik konsumsi pers harus memenuhi tujuh syarat :
Provokatif, harus mampu membangkitkan minak khalayak pembaca.
Singkat padat, langsung menusuk jantung, tegas, lugas, terfokus.
Relevan, berkaitan atau sesuai dengan pokok bahasan.
Fungsional, setiap kata yang terdapat pada judul bersifat mandiri, memiliki arti yang tegas dan jelas.
Informal, menghindari penulisan judul yang bersifat kaku.
Refresentatif, judul yang dituliskan mewakili pokok bahasan.
Merujuk kepada bahasa baku.
Rumuskan tesis secara ringkas
Tesis artikel harus memenuhi tiga syarat :
Ringkas dan jelas
Mencerminkan topik
Mengandung kebaruan
Buatlah kerangka sederhana
Lembar kerangka ini secara berurutan berisi pernyataan tentang (1) Ide, (2) topik, (3) tesis, (4) judul, (5) kerangka artikel dengan merujuk pada pola 3P dan rumus ABC, dan (6) referensi.
Rumus 3P:
Pendahuluan
Pembahasan
Penutup
Rumus ABC
Pada rumus ini konsep yang sudah diterapkan pada rumus 3P harus diisi pernytaan tertentu sehingga menjadi operasional dan fungsional.
Pilih referensi yang relevan
Cara pengutipan artikel lebih sederhana dan praktis, terdapat beberapa cara yang bisa kita pakai ketika menulis kutipan untuk artikel :
Kutipan lengkap
Kutipan lengkap tetapi menyebutkan halaman yang dikutip
Kutipan yang hanya menyebutkan nama penulis, judul buku, dan tahun terbit.
Kutipan yang hanya menyebutkan nama penulisnya saja.
Kutipan yang hanya menyebutkan nama belakang penulis, namun halaman yang dikutip masih dicantumkan.
Kutipan yang hanya menyebutkan nama belakang penulisnya saja.

3. Pelaksanaan menulis artikel
Ada tujuh langkah yang harus kita kuasai dalam bab ini ;
– Apakah Intro itu?
Dalam artikel kedudukan intro sangat strategis. Intro harus dipilih dengan baik. Intro yang baik akan membangkitkan minat baca serta mengantarkan khalayak pada tujuan secara singkat dan efektif.
– Fungsi intro artikel
1. Atraktif, harus mampu membangkitkan perhatian dan minat khalayak pembaca. Fungsi pertama intro lebih banyak mengusik wilayah psikologi pembaca.
2. Introduktif, harus memuat topik yakni pernyataan tentang isi pokok bahasan sesuai ruang lingkupnya.
3. Korelatif, harus dapat membuka jalan bagi paragraf kedua.
4. Kredibilitas, intro menunjukkan tingkat pengetahuan, keahlian, dan bidang pengalaman penulis.
– Jenis-jenis intro artikel
1. langsung menyebutkan pokok bahasan (bila topik menjadi perhatian khalayak).
2. melukiskan latar belakang masalah.
3. menghubungkan dengan peristiwa mutalhir atau kejadian yang sedang menjadi pusat perhatian masyarakat.
4. menghubungkan dengan peristiwa yang sedang diperingati.
5. menghubungkan dengan tempat penulis melakukan aktivitasnya (mengungkap peristiwa historis, fungsi, atau hal-hal yang relevan dengan pokok bahasan).
6. menghubungkan dengan suasana emosi yang tengah meliputi khalayak.
7. menghubunkan dengan persitiwa sejarah yang terjadi di masa lalu.
8. menghubungkan dengan kepentingan vital strategis khalayak.
9. memeberikan pujian pada khalayak pada prestasi mereka.
10. memulai dengan suatu pernyataan yang mengejutkan (the shock technic).
11. mengajukan pernyataaan provokatig atau serentetan pertanyaan.
12. menyatakan kutipan.
13. meceritakan pengalaman pribadi penulis sendiri atau orang lain. Memberikan kesan dekat dan nyata.
14. mengisahkan cerita faktual,fiktif, atau hipotesis.
15. menyatakan teori atau prinsip-prinsip yang diakui kebenarannya.
16. membuat humor atau anekdot, relatif sukar.
– Mengembangkan bahasan artikel
Untuk mengatasi “penyakit” kehabisan kata-kata, terdapat beberapa cara, yaitu:
1. penjelasan.
Memberi keterangan atau uraian terhadap suatu persoalan yang dibahas. Penjelsan dapat dilakukan dengan merujuk pendekatan:
Etimologis : merujuk pada asal usul kata
Pendekatan filosofis: menunjuk pada substansi atau hakikat suatu masalah
Pendekatan fungsi : menguraikan suatu masalah dengan melihat pada nilai guna yang dikandungnya.
Pendekatan susunan: memetakan suatu masalah dengan melihat segi struktur atau susunanya.
Pendekatan bentuk : menguraikan suatu masalah dengan cara melihat pada segi bentuknya secara fisik.
Pendekatan sifat: merinci suatu masalah dengan membedah sifat-sifat yang dimilikinya.
Pendekatan tujuan: memetakan suatu masalah denga cara menyebutkan tujuan yang ingin dicapai.
2. Contoh
Tak ada bahasa yang paling mudah dipahami manusia kecuali contoh
3. perbandingan
Artikel akan lebih jelas jika materinya kita bandingkan dengan masalah di tempat lain.
4. kutipan
Berfungsi untuk mengembangkan bahasan, mendukung dan mengukuhkan gagasan, dan membangun kredibiiltas penulis.
5. statistik
Menghidupkan angka-angka membisu menjadi angka-angka yang bicara sendiri.
6. penegasan
Memberi penekanan pada kata atau kalimat tertentu dengan maksud untuk dijadikan rujukan khalayak.
– Tiga prinsip komposisi artikel
Untuk mengingatkan kita agar tidak keluar dari jalur yang telah ditentukan. Tiga prinsip dasarnya :
1. Kesatuan (unity) sifat, isi, dan tujuan.
2. Pertautan (coherence), keharusan pesan yang mengalir lancar.
3. Titik berat (emphasis), memberikan tekanan bagi bagian tertentu yang dianggap penting.
– enam urutan organisasi pesan
1. Deduktif. Dimulai dari kesimpulan kemudian penjelasan, rincian, latar belakang, argumen, dan bukti-bukti. Cocok untuk artikel argumentatif.
2. Iinduktif. Kebalikan dari deduktif, artinya tidak menghendaki penarikan kesimpulan yang mentah.
3. Kronologis. Dismapaikan berdasar urutan waktu.
4. Logis. Disusun berdasarkan hubungan sebab-akibat.
5. Spasial. Disusun berdasarkan ruang dan tempat.
6. Topikal. Disusun berdarsar urutan topik atau topik bahasan.
– cara menutup artikel
Artikel dapat ditutup menggunakan salah satu teknik berikut:
1. menegaskan kembali topik atau pokok bahasan.
2. mengakhiri dengan klimaks
3. mengajak khalayak untuk melakukan sesuatu tindakan tertentu yang dianggap relevan dan sifatnya mendesak.
4. menggunakan kutipan.

4. Cara dan syarat mengirim artikel
Syarat artikel layak kirim
Topik yang diangkat aktual dan atau kontroversial
Tesis yang diajukan orisinal serta mengandung gagasan baru dan segar
Materi yang dibahas menyaktu kepentingan masyarakt luas
Topik atau pokok bahasan yang dikupasn diyakini tidak bertentangan denganb aspek etis, sosiologis, yuridis, dan ideologis.
Ditulis dalam bahasa baku yang benar dan baik, lincah dan segar, mudah dan ringan dibaca.
Mencerminkan visi dan sikap penulis sebagai seorang intelektual atau cendekiawan.
Referensial
Singkat utuh dan tuntas, tidak boleh menyita waktu.
Memenuhi kebutuhan sekaligus bisa mengikuti selera dan redakksional media massa.
Memenuhi kualifikasi teknis-administratif media massa bersangkutan
Mengapa artikel tidak dimuat
Jumlah artikel yang dibutuhkan, jadi artikel kita kalah bersaing dengana artikel orang lain.
Naskah terlalu panjang
Naskah kehilangan momentum.
Revisi naskah artikel setelah ditolak
Membaca dan memeriksa kembali untuk meyakinkan diri tidak ada yagn salah dengana artikel tersebut.
Evaluasi secara menyeluruh seperti, cek judul, topik, kutipan, dan substansi lain.
Revisi dan modifikasi seperlunya.
Mendokumntasikan sebagai bahan introspeksi.

5. Teknis menulis tajuk rencana
a.Arti dan fungsi tajuk rencana
Secara teknis jurnalistik, tajuk rencana diartikan sebagai opini redaksi berisi aspirasi, pendapat, dan sikap resmi media pers terhadap persoalan potensial, fenomenal, aktual dan atau kontroversial yang terdapat dalam masyarakat.
Suara tajuk rencana bukan suara perorangan atau pribadi melainkan suara kolektif seluruh wartawan dan karywan dari suatu lembag penerbitan pers. Apa pun yang dibahas atau diulas, tajuk rencana tidak boleh mengeyampingkan pendapat redaksi.
Menurut William Pinkerton, fungsi tajuk rencana yaitu :
1.menjelaskan berita, sebagai guru, menerangkan bagaimana suatu kejadian berlangsung
2.menjelaskan latar belakang, menghubungkan sebuah cerita dengan sesuatu yang telah terjadi sebelumnya.
3.meramalkan masa depan, menyajikan analisis.
4.menyampaikan pertimbangan moral, mempertahankan kata hati masyarakat.
b.Jenis-jenis tajuk rencana
1.memberikan informasi semata. Jarang dijumpai.
2.menjelaskan, hampir sama dengan interpretasi berita.
3.memberikan argumentasi, analitis sebab akibat suatu persitiwa.
4.menjuruskan timbulnya aksi.
5.bersifat jihad. Umumnya datang berturut-turut dan dengan sikap yang jelas.
6.bersifat membujuk, untuk mengambil tindakan atau pendapat umum.
7.bersifat memuji.
8.bersifat menghibur.
c.Tahapan menulis tajuk rencana
Pencarian ide dan topik berita berdasar geografi dan dampak
Seleksi dan penetapan topik, harus sesuai dengan klasifikasi penerbitan.
Pembobotan substansi materi dan penetapan tesis, mengisi topik dengan pendapat-pendapat dari tim editorial.
Proses pelaksanaan penulisan, ditunjuk satu orang dari tim editorial, gaya bahasa harsu selalu sama.
a.Kriteria topik tajuk rencana
Sebagai mahkota media, tajuk dipilih dengan sangat selektif. Kriterianya adalah :
Aktual atau kontroversial
Sesuai kebijakan media
Sejalan dengan kualifikasi dan fokus sirkulasi
Berpijak pada kaidah jurnalistik
Tidak bertentangan dengan aspek yang berlaku dalam masyarakat
Berorientasi pada nilai-nilai luhur perdaban.
b.Tesis tajuk rencana
Tesis adalah pendapat utama dari keseluruhan uraian tajuk rencana. Tesis disebut juga kesimpulan.
Tesis terbuka, apabila tesis dirumuskan dalam rangkaian kaliamt ringkas, lugas, dan tegas tersurat. Pembaca dihapadkan pada pilihan menerima atau menolak tesis yang ditawarkan.
Tesisi tertutup, kebalikan dari tesis terbuka.
c.Judul tajuk rencana
Pertama, bagi tajuk itu sendiri, jati diri, tidak anonim, dll.
Kedua, bagi pembaca, judul pemicu daya tarik pembaca untuk tajuk rencana kita.
Syarat judul tajuk rencana :
Provokatif, harus mampu membangkitkan minat dan perhatian khalayak terhadap uraian tajuk rencana kita.
Singkat padat, langsung pada pokok pembicaraan dan sesuai kolom yang tersedia.
Relevan, tidak menyimpang dari topic.
Fungsional, setiap kata bersifat mandiri.
Informal, atraktif, hidup, segar.
Statistic, penyederhanaan masalah serta pemebrian makan terhadap deretan angka.

d.Teori ANSVA dan Teori SEES
1. ANSVA
Attention, menarik minat baca
Need, memenuhi kebutuhan pembaca
Satisfaction, memuaskan kekritisan dan kelogisan pembaca.
Visualization, paparan yang mudah dipahami.
Action, kecepatan dan kesederhanaan.
2. SEES
Statement, lontarkan pernyataan singkat yang menggugah pembaca
Explantion, beri penjelasan pernyataan singkjat tersebut
Example,yakinkan pernyataan tersebut dengan contoh
Summary, ikat hati khalayak dengan kesimpulan

6. Mengenali karakteristik pers
Pers mengandung dua arti, sempit dan luas. Dalam arti sempit, pers hanya menunjuk pada media cetak berkala, sedangkan dalam arti luas, pers bukan hanya menunjuk pada media cetak berkala melainkan juga mencakup media elektronik auditif dan media elektronik audio visual.

About these ads

Responses

  1. bagus

  2. Masl aku mau nanya gimana cara menganalisis tajuk rencana di surat kabar. Makasih .

  3. wah kalo sy nganalisis tajuk pake yg simpel2 aja :

    pokoknya pake analisis bentuk (redaksional) dan analisis isi (wacananya)

  4. aku ada tugas disuruh analisis tajuk rencana. bagaimana caranya? trus kasih tau donk bentuk2 analisis?

    • kalo analisis kan seperti membedah…. jadi butuh pisau… pisaunya yah referensi pengetahuan dan referensi teknis dari penulis. Jadi, butuh pemahaman mengenai isu dan tentunya bisa digali dan disajikan.. mungkin tulisan saya ini lebih membantu soal teknis… kalo menurut buku sih, u/ menggali isu.. kita bisa mencari dan mengumpulkan berita2 terkait isu untuk dipelajari

  5. Contohnya macam mna tuh,? msih kagak ngerti ne…!!!

  6. Apa judul bukunya William Pinkerton yg membhs tajuk rencana? Sy perlu utk skripsi. Oya, skdr berbagi: sy membedah tajuk dgn AW van dijk n pattern of textnya adriana bolivar.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: