Posted by: bachtiar hakim | June 5, 2008

Teori Tanggung Jawab Sosial


Teori Tanggung Jawab Sosial

Kebebasan positif sebagai langkah awal

Semenjak penganut prinsip komunis menjadi tanggung jawab dan kebebasan positif di dalam batas-batas kebebasan, penganut libertarian mulai waspada. Dalam hubungannya dengan gagasan libertarian, filosofi utama dari teori tanggung jawab sosial sungguh radikal. Tapi kepentingan mereka dalam prakteknya sangat familiar. “responsibility” berarti keadaan yang dapat dipertanggungjawabkan, di mana keadaan yang dipertanggungjawabkan membutuhkan campur tangan negara, dan campur tangan negara, sebagaimana yang ditunjukkan sejarah, muncul dengan mengorbankan kebebasan seperti ditegaskan oleh kaum libertarian.

Teori tanggung jawab sosial, dalam pengertian tersendiri, sulit untuk dicela. Siapa yang dapat menentang segala sesuatu yang bertujuan demi kejujuran, ketekunan, ketelitian komite pers untuk menjalankan arus bebas dari berbagai kebutuhan informasi kepada pemerintah sendiri? Tujuan ini juga konsisten dengan teori libertarian atau liberal klasik.

Kritik pertama dari teori tanggung jawab sosial terletak pada namanya. Penulisnya meninggalkan kesimpulan negatif bahwa teori-teori lainnya tidak bertanggung jawab sosial. Teori libertarian tidak memaafkan penyalahgunaan dan sejenisnya, juga mencari lebih lanjut keinginan publik. Perbedaannya terletak pada prosedur dan asumsinya. Merujuk pada James Madison yang menciptakan panduan kaum libertarian dan menjadi pernyataan klasik dari prinsip mereka: The First Amandment (Amandemen Pertama). Beberapa tingkatan penyalahgunaan itu tidak dapat dipisahkan dari kegunaan segala sesuatu, dan tidak ada kejadian yang lebih benar daripada di pers. Itu sesuai dengan keputusan yang telah dilakukan negara, bahwa lebih baik membuang cabang beracun untuk pertumbuhan yang bagus, daripada membabat mereka semua, dan merugikan tenaga yang telah dikeluarkan untuk menghasilkan buah yang bagus.

Libertarian mungkin berharap keinginan publik dapat dipenuhi dengan menekankan pada pribadinya, dalam setiap kasus keinginan individu terlihat juga pada keinginan publik. Dengan menekankan pada variabel keinginan publik dan analisis khusus, teori neoliberal dapat terlaksana pada jangka pendek. “Kebebasan untuk memikirkan yang kita benci” lebih mudah dipertahankan, dengan kata lain, kebebasan negatif. Tetapi menurut teori neoliberal, pada setiap kasus, beban pembicara untuk membenarkan kebebasan berbicara sebagai keinginan publik, dan dapat menjadi hal yang sulit untuk dilakukan.

Perbedaan pokok antara dua teori ini terlihat pada sikap perlawanan mereka pada pembicara dan pemerintah. Libertarian menganggap pemerintah sebagai “lawan utama dari kebebasan”. Tapi libertarian terutama terkait dengan penyimpangan pemerintah, neoliberal melihat kaitan antara penyimpangan pemerintah dengan korporasi dan lembaga non pemerintah lainnya. Catatan Roberto Mangabeira Unger mengatakan, dalam masyarakat “postliberal”, organisasi pribadi terus meningkat dan diperlakukan sebagai kesatuan yang sejenis dengan kekuatan yang dilihat sebagai doktrin tradisional sebagai hak istimewa pemerintah. Neoliberal tidak memberitahukan keraguan libertarian kepada pemerintah dan malahan berkonsentrasi pada kekuatan yang mereka coba lihat, pada saat ini, media massa dan defisiensi mereka sungguh berbahaya. Dalam menggunakan kekuasaannya. Sebagai contoh, saat Peterson memberikan tema tentang kritik terhadap pers di abad 20, orang pertama mengkritik bahwa pers memanfaatkan kekuatan mahabesar mereka untuk tujuan mereka sendiri. Peterson mengutip laporan dari The Hutchins Commission sebagai penulis pertama yang mengembangkan dan memberikan kontribusi kepada teori tanggung jawab sosial.

The Hutchins Commission didasarkan pada panggilan untuk mempertanggungjawabkan apa yang menjadi pertimbangan libertarian untuk melebih-lebihkan kekurangan media. Dalam laporannya, The Commission sering mencatat penyalahgunaan kekuatan pers dan kebebasan yang mengharuskan regulasi. Regulasi merupakan kesalahan pers, bukan pemerintah, seperti pendapat libertarian.

Gagasan mempunyai kekuatan tertentu, tapi pers jarang mempunyai kekuasan yang berasal dari sana. Kritik tentang kekuasaan pers hampir selalu dibenarkan kepada pengalihan perhatian dari berbagai persoalan-persoalan, mengabaikan berbagai pengaruh, atau mengharapkan intisari yang dapat pers gunakan untuk mengandalkan kekuatan untuk mendukung pandangan mereka –pendapat bahwa isi lebih penting daripada kekuasaan. Seperti yang dikatakan Walter Karp (1983), bagaimanapun pers telah membantu perkembangan konsep tentang kekuatan pers selama pers bergantung pada iklan untuk subsidi mereka, pers akan menasihati untuk mengabaikan dugaan bahwa itu adalah bujukan yang tak terkendali. Karp menambahkan bahwa hal itu terpaksa dengan kekuatan sebenarnya – politikus dan yang lainnya yang dapat mengumumkan perang, menaikkan pajak, dan menahan atau mengeksekusi orang-orang yang melanggar – untuk mematuhi mitos dari kekuatan pers. Seperti keterlibatan dalam mengabadikan pengalihan perhatian mitos dari bertanggung jawab pada kegiatan atau sikap mereka sendiri.

Bahkan asumsi bahwa kekuatan pers yang dapat dipertimbangkan mengapa harus diikuti regulasi? Kasus tertentu memperlihatkan bahwa kekuatan pers sebaiknya diawasi oleh pemerintah. Untuk pemerintahan kepada regulasi pers akan menghilangkan pedoman, bukan untuk menyebutkan tempat yang lebih berkuasa dari pemerintah, yang sebenarnya sudah berkuasa.

The Commission menandai banyak masa di mana masyarakat lebih menyukai non regulasi dan sikap keterlibatan pemerintah sebagai resiko dari kebebasan. Tetapi reservasi biasanya ditemani keluhan yang tidak mempunyai pilihan jika para agen komunikasi massa tidak meningkatkan potensi mereka sendiri. The Commission mengajukan regulasi sendiri sebagai pilihan, tapi pada saat yang bersamaan juga membersihkan rintangan, orientasi pada keuntungan, pasar media massa. Penolakan The Commission tentang regulasi pemerintah secara sederhana demi “kebenaran yang dapat dipercaya”.

Kebebasan negatif, bukan apa yang ditunda setelah pemerintah memutuskan kapan hal itu harus diintervensi untuk memfasilitasi keinginan publik. Kesalahan pemerintah untuk campur tangan dapat mengingkari kebebasan positif.

Kebebasan negatif adalah bebas untuk melanjuti agenda mereka. Kebebasan positif adalah bebas dengan bantuan pemerintah untuk menyampaikan keinginan publik – tapi peluang untuk bebas berbicara tidak menjadi keinginan publik, tidak diciptakan tanpa melihat ketertarikan pembicara dalam bersuara. Kredo neoliberalisme, Alexander Meiklejohn menuliskan bahwa itu sangat penting “bukan semua orang dapat berbicara, tapi segala sesuatu yang berharga untuk dikatakan dapat dikatakan”. Anggota Commission, William E. Hocking menulis bahwa pemeriksaan yang sesuai mencegah “tidak berpendidikan” dari pembicaraan yang hanya bernilai negatif. Ini sesuai dengan formulasi Meiklejohn tentang kebebasan positif tetapi tidak sejalan dengan kebebasan negatif.

Pilihan The Commission untuk kebebasan politik tersembunyi dalam judul laporan mereka, A Fire and Resposible Press. Libertarian mungkin mengusulkan bahwa kebebasan meliputi hak untuk tidak bertanggung jawab. George Hay (1799), sebagai contoh kedua-duanya, sebelum dan sesudah Amandemen Pertama, kebebasan berarti pembebasan total dari pers dari berbagai macam kontrol legislatif, bagaimanapun salahnya atau skandalnya ekspresi tersebut. Untuk pemerintah ke regulasi untuk kebaikan publik, ia mengatakan, mungkin berarti bahwa Amandemen Pertama tidak merenungkan hak tapi perlakuan khusus, posisi yang disebut “posisi kotor yang dapat dipahami oleh pikiran manusia”. Pers seharusnya dapat dikenakan untuk mereparasi, memperbaiki reputasi individual, tapi yang lebih penting harus “melakukan segala sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan, tidak dikontrol oleh hukum”.

Ketidaktahuan The Commission bahwa “banyak kekuasaan yang mampu melindungi kebebasan juga mampu menggagalkan atau melanggar kebebasan” dan “pemerintah mempunyai bentuk ganjil tersendiri dari godaan-godaan untuk mengelola ide-ide dan menyertai debat publik”. Tapi di lain kesempatan, The Commission menyatakan bahwa perbaikan pemerintah untuk menetapkan batas untuk dirinya ketika kesanggupan untuk menolak godaan di mana libertarian dapat menjadi skeptis.

The Commission mencatat “dugaan pelanggaran penggunaan aksi legal untuk menahan penyalahgunaan pers, tapi pernyataan tentang melatih kebebasan tidak disajikan kepada keinginan publik, kebebasan berekspresi sampai sekarang termasuk ke dalam kebebasan untuk menahan diri dari berekspresi; untuk pers kebebasan ini tidak sempurna, keinginan publik telah memperoleh “peninggian hak” dan :perlindungan dari kebebasan pembuat isu tidak cukup untuk melindungi konsumen atau komunitas.

Meskipun The Commission menekankan regulasi sendiri, itu meninggalkan pintu terbuka yang pantas dipertimbangkan untuk penggunaan pemerintah. Pers dalam pandangan The Commission punya tanggung jawab utama dengan menggambarkan dan menyadari standar arti tanggung jawab sosial tapi prosesnya juga harus “secara sistematis dihubungkan dengan usaha yang sesuai dari komunitas, konsumen, dan pemerintah”. Pemerintah mungkin membantu dalam “membuat distribusi lebih umum dan hampir tidak berubah, memindahkan rintangan ke arus bebas mengemukakan gagasan, mengurangi kebingungan, dan mempromosikan kenyataan di debat publik” dan menyediakan sarana baru untuk melaksanakan hukum untuk “penyalahgunaan hak paten pers”. Akhirnya, pemerintah harus melengkapi komentar badan pers dan menyampaikan berita. The Commission memberikan kepercayaan kepada pemerintah: “jadi dalam prosesnya itu mungkin menyajikan standar untuk perlombaan pribadi”, memperbaiki hukum baru yang dapat diterapkan dengan “tindakan pencegahan” di mana The Commission dapat “menegaskan” poin-poin yang tidak dapat diidentifikasi dalam laporannya.

About these ads

Responses

  1. terima kasih atas artikelnya saya mohon izin untuk dijadikan bahan presentasi saya….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: