Posted by: bachtiar hakim | September 29, 2008

Bogor Membara


Bogor Membara

Aneh, mengapa kota Bogor makin hari makin bertambah panas saja? Perasaan ini sebenarnya sudah saya alami tiga tahun belakangan setiap kali “pulang kampung”. Namun, kali ini keluhan tersebut kian memuncak karena panasnya benar-benar makin keterlaluan. Bayangkan saja! Dengan busana yang sudah dirancang menetralisir hawa panas, masih saja saya merasa terpanggang.

Kalau boleh dibilang, jarang sekali saya mempersiapkan pakaian yang akan dipakai dalam perjalanan menuju kota kelahiran saya seperti sekarang. Pokoknya kali ini terlihat lebih santai. Celana pendek, kaos oblong yang tipis, sandal karet, dan tas daypack ringan menjadi pilihan. Tak lupa rambut pun sudah botak. Tentunya ada alasan untuk berminimalis ria seperti ini. Saya tidak mau repot, kepanasan dan stress bila berdesak-desakan dengan sesama pemudik.

Kenyataannya memang berbicara lain. Bus Primajasa yang menjadi tumpangan ternyata hanya diisi kurang dari lima orang. Bayangan sumpek tidak pernah menjadi nyata kecuali di dalam perjalanan selanjutnya menggunakan bus AC Jakarta – Bogor. Turun dari bus yang sesak penumpang itu, rasanya ingin sekali menghirup udara segar kota Bogor.

Tak seperti biasanya, bus langsung masuk terminal tanpa harus memutar lewat Kantor Urusan Agama Bogor. Menginjakkan kaki keluar dari bus rasanya membuat mata ini lega karena lepas dari kerumunan orang, apalagi di depan ada pemandangan cewek cantik. Tapi kesan menyenangkan tiba di kota Bogor itu berubah mendadak. Tidak salah lagi bila saya spontan membasuh peluh keringat di muka. Saking panasnya hawa sampai-sampai saya ingin membuka baju. Padahal sebelum tibanya saya pada pukul setengah sepuluh, “Kota hujan“ ini baru saja diguyur hujan..

Memang sudah hampir dua bulan saya tidak pulang. Pada liburan kali ini saya berencana mengisinya dengan berlebaran di Bogor. Kebetulan keluarga saya absen mudik ke Jawa. Artinya, kesempatan untuk lebih dekat dengan keluarga terbuka lebar. Tidak salah bila saat ini menghabiskan waktu di rumah adalah pilihan yang bijak. Jarang-jarang saya menginap lebih dari tiga hari di Bogor.

Sabtu ini menjadi malam pertama di Bogor. Sambutan keluarga begitu hangat. ketika saya membuka daun pintu. Seisi rumah tertawa melihat rupa saya yang botak. Rasa kangen saya cukup terpuaskan saat melihat ketiga adik perempuan saya yang semuanya berkumpul di rumah. Mereka masih heran melihat kakaknya yang baru kali ini botak.

Ibu juga mengamati tampang saya yang penuh keringat. Ia langsung mengantarkan handuk dan pakaian ganti ke kamar. “Saatnya untuk membersihkan diri di kamar, ” pikir saya. Setengah jam berlalu dan pemandangan lusuh sudah berganti dengan kesegaran.

Sayangnya kesegaran ini hanya bertahan kurang dari satu jam saja. Kamar saya yang luasnya sekitar empat kali kontrakkan di Jatinangor ternyata tak mampu memberikan kesejukan yang diharapkan. Padahal daerah tempat tinggal saya di Cikaret, Bogor Selatan termasuk yang masih rimbun dan asri. Kontan saja saya langsung mengeluhkan hawa panas ini ke bapak.

Dan bapak balik bertanya :

“ Kamu langganan kompas kan ? ”

“ Liat tuh terbitan seminggu yang lalu “

Memang ada pemberitaan bahwa suhu Bogor naik dua derajat. Lantas, apakah ini panas kiriman dari Jakarta?

Mungkin Jakarta ingin membalas banjir kiriman Bogor, “ canda bapak

About these ads

Responses

  1. wah, ternyata kita tinggal di satu kota yang sama ya..kuliah di bandung, hometown di bogor, di cikaret lagi..rumah saya di muara yang agak sejuk karena d i rumah banyak pohon rimbun..
    memang benar kalo sekarang bogor sudah panas. sejak sekitar 10 tahun lalu, bogor lebih panas.
    boleh dong kita berbagi cerita juga?

    thanks,
    just call me toni

  2. Muara? wah deket dong… ton. iya neh… senasib juga. Wah,asiktuh bagi2 cerita berbagi cerita.. add gw aja di YM… pake ID: rafa_vanderbaach@yahoo.com

  3. Iya mas, Bogor udah makin panas, dulu aku kuliah di IPB, jadi lima tahunan disana, skarang di Surabaya kerja, panas Bogor ama Surabaya hampir sama coba…kecuali malam, Bogor lebih dingin…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: