Mari Dukung Penyelamatan Situs Trowulan!
Bila Yunani punya situs Acropolis di Athena, Italia menyimpan reruntuhan Pompeii. Kejayaan Kamboja pada masa silam tersimpan dalam situs Angkor-nya , Indonesia masih punya Situs Trowulan di Mojokerto.
*****
Sayangnya, kini, situs ibukota kerajaan Majapahit itu kondisinya mengenaskan. Benda-benda bersejarah banyak yang rusak akibat terkena rencana pembangunan gedung Majapahit Information Centre sebagai awal dari proyek Majapahit Park. Alih-alih menyelamatkan, justru si pengembang malah menghancurkan.
Sepengetahuan saya, Harian Kompas jarang sekali memuat tulisan berita khas di atas berita utama pada halaman depan. Nah, Trowulan ini mendapat porsi hampir sama ketika Obama terpilih. Pembahasan lalu di halaman tujuh belas dan delapan belas. Tiga hari berikutnya, secara berturut-turut Kompas juga mengetengahkan isu tersebut.
Beruntunglah media massa seperti Kompas punya kepedulian yang tinggi untuk membahas isu kebudayaan yang sangat krusial. Menurut saya, mereka juga berusaha menggiring opini publik ke arah kepedulian bersama terhadap situs trowulan.
Sebagai orang Indonesia, saya sangat kecewa terhadap sikap pengembang (developer) yang meremehkan artefak-artefak yang ditemukan di bawah galian proyek. Sikap linglung juga diperlihatkan pemerintah. Justru saya salut dengan keberanian salah seorang pengelola di Situs Trowulan yang membuka mulut tentang adanya ketidakberesan pada proyek ini meski ia menerima resiko dimutasi ke situs lain.
Bagaimana nasib bangsa ini kalau tidak dapat belajar lagi dari situs trowulan? Bagaimana mau maju kalau bangsa ini tidak tahu sejarah pada zaman kebesarannya? Bagaimana tidak malu, jika bangsa ini tidak punya identitas kebudayaannya?

Situs2 dan berbagai peninggalan kuno Nusantara memang banyak yang hilang akibat ketidakpedulian kita pada peninggalan sejarah tersebut yang merupakan bagian budaya bangsa. Padahal KEKUATAN kita sebagai bangsa pada BUDAYA merupakan lapis terakhir PERTAHANAN BANGSA ini.
By: Shangkala on September 2, 2009
at 4:34 am
salah satu situs tertua di tatar Sunda adalah batu tulis Ciarunteun. Berikut artikel lengkapnya :
http://artshangkala.wordpress.com/2009/08/31/prasasti-ciarunteun-peninggalan-kerajaan-tarumanegara/
By: Shangkala on September 2, 2009
at 4:36 am