Posted by: bachtiar hakim | March 13, 2008

Kreatif Menulis Feature – Drs. Riyono Praktikto


Judul Buku : Kreatif Menulis Feature

Penulis : Drs. Riyono Pratikto

Penerbit : Alumni, Bandung

Tahun : 1984

*) Rangkuman

Feature, Suatu Tulisan Karangan Khas

Feature adalah suatu bentuk tulisan jurnalistik. Dengan demikian, semua syarat, ciri ataupun syarat-syarat jurrnalistik terdapat padanya.

Feature adalah suatu tulisan yang kreatif. Kreatif dalam arti menimbulkan sesuatu yang baru dengan menghubung-hubungkan beberapa variabel faktor, hal, kejadian/peristiwa, yang sebelumnya tidak dihubung-hubungkan atau belum dihubung-hubungkan. Faktor, variabel, hal dalam hal ini yaitu yang berkaitan dengan suatu kejadian atau peristiwa, dapat berupa fakta-fakta baru, latar belakang, dan seterusnya.

Suatu tulisan feature (karangan khas) adalah suatu tulisan yang:

Kreatif; terikat pada dasar-dasar jusnalsitik dan juga sastra, dan dapat mengabaikan segi aktualitas, menyajikan kebenaran/objektivitas tetapi terkadang bisa subjektif; cenderung mengandungsegi-segi human interest, terutama bersifat ringan, menghibur, menyenangkan, merangsang dan menimbulkan rasa emosional, perasaan dan imajinasi pembaca; memberi, menambahkan dan meningkatkan informasi, tentang kejadian atau peristiwa, masalah, gejala, proses, aspek-aspek kehidupan, termasuk juga latar belakang.

Anatomi Sebuah Feature

Anatomi sebuah berita adalah bagian-bagian suatu berita, dalam hal ini biasanya berbentuk piramida terbalik. Namun ada sedikit perbedaan dengan gaya penulisan berita lainnya, yaitu dalam feature masih dibutuhkan suatu penutup tulisan (ending).

Dibawah ini ada beberapa jenis penutup, seperti:

1. Penutup Ringkasan, penutup ini benuk maupun sifatnya seperti sebuah ikhtisar. Hanya mengikuti ujung bagian cerita yang lepas-lepas dan dengan demikian mengarahkan dan menunjukan kembali ke teras atau intro.

2. Penutup Menyimpulkan, meski tidak secara eksplisit atau secara jelas dinyatakan, tetapi penutup ini menyimpulkan apa saja yang telah diceritakan dalam tulisan. Menyimpulkan berbeda dengan membuat sebuah ikhtisar.

3. Penutup Klimaks, ditulis dengan nada semakin menarik, atau ditulis secara kronologis. Bagian-bagian cerita dan ketegangan yang dibiarkan menumpuk hingga mencapai klimaks.

4. Penutup yang Mengagetkan, dalam hal ini penulis menggunakan format penulisan seolah-olah cerita disiapkan membinbing pembaca pada suatu kesimpulan yang sama sekali tidak terduga-duga.

5. Penutup Tak Ada Penyelesaian, penulis sengaja tidak memberikan kesimpulan atau pemecahan pada bagian penutup. Agar para pembaca merasa penasaran, tergantung-gantung, atau terangsang dan timbul berbagai pemikiran.

Judul

Judul yang baik, sebaiknya memenuhi beberapa syarat:

1. Atraktif, atau menarik perhatian

2. Akurat

3. Eksak

4. Dengan sesedikit mungkin kata-kata tetapi dapat memberikan gambaran yang jelas, ringkas dan padat, serta menunjukkan kesederhanaan

5. Komunikatif

Jenis-jenis Judul

Ø Striking Statement, jenis judul yang sifatnya menggemparkan.

Ø Provokative Statement, merangsang pembaca untuk menaruh perhatian.

Ø Label atau Etiket, jenis judul ini hanya semacam merek atau nama saja. Misalnya mengenai obat-obatan.

Ø Kalimat Deklaratif, judul jenis ini hampir sama atau mirip dengan jenis Label; merupakan pernyataan-pernyataan yang ringkas dan jelas, tetapi bisa juga fleksibel.

Ø Direct Address, jenis judul yang langsung menunjuk pada sasaran atau isi materi tulisan.

Ø Pertanyaan, jenis judul ini berbentuk kalimat tanyam lengkap dengan tanda tanya dibelakang kalimat itu. Kadang-kadang judul jenis ini dapat menarik perhatian.

Ø Cuplikan, jenis judul ini adalah cuplikan dari suatu pernyataan yang dikeluarkan oleh orang-orang ternama atau terkenal.

Teras (Lead) atau Alinea Pertama

Jenis-jenis teras

1. Teras Yang bercerita, teras ini menggunakan teknik menciptakan satu suasana atau situasi seolah-olah memberikan kesempatan atau membiarkan pembaca menjadi tokoh utama dalam cerita tersebut.

2. Teras Deskriptif, teras ini mampu menciptakan gambaran atau imajinasi dalam pikiran pembaca.

3. Teras Deduktif, dalam teras ini, kalimat pokok yang biasanya merupakan pernyataan umum atau kesimpulan ditempatkan pada awal alinea.

4. Teras Induktif, kalimat-kalimat yang merupakan penjelasan atau penjabaran pokok masalah ditempatkan pada awal alinea.

5. Teras Induktif-Deduktif, kalimat pokok ditempatkan di awal maupun akhir alinea.

6. Teras Ringkasan, pada teras ini hanya dituliskan inti ceritanya saja.

7. Teras langsung Menunjuk, kata-kata yang digunakan pada tersa ini secara tidak langsung melibatkan pembaca kedalam cerita tersebut.

8. Teras Kontras, dalam alinea pertama terdapat dua pernyataan dari dua fakta yang berbeda. Hal ini untuk memperlihatkan adanya kontras antara dua fakta tersebut, tujuannya untuk memberikan tekanan atau perhatian kepada fakta yang menjadi tema feature tersebut.

9. Teras Menadang Masa-Lalu-Masa-depan, alinea pertama dapat ditulis denagn memandang ke masa lalu atau ke masa mendatang, dengan tujuan untuk melakukan perbandingan dengan masa kini tempat cerita itu berlangsung.

10. Teras Pertanyaan, suatu pernyataan akrab yang tepat yang dicuplikan dari tema cerita tersebut.

11. Teras Kutipan, berisikan suatu kutipan atau pendapat, biasanya ucapan orang-orang ternama atau terkenal.

12. Teras Analogi, teras ini hampir sama dengan dengan teras kontras tetapi cara mendapatkan efeknya dengan menunjukan kemiripan antara sesuatu fakta yang sudah terjadi.

13. Teras Penggoda, teras ini fungsinya untuk “mengelabui” pembaca, tujuannya memancing atau mengikat perhatian pembaca.

14. Teras “berseni” atau “aneh”, biasanya berupa kata-kata puitis dan semacannya. Teras seperti ini dapat memikat dan sekaligus bisa informatif.

15. Teras Insiden Distinktif, teras ini isinya memberikan keterangan sebuah foto.

16. Teras Gambar, suatu deskripsi grafis settng dari cerita yang akan dicerikan pada feature tersebut.

17. Teras Gabungan, teras ini memberikan pada si penulis untuk melakukan kombinasi dari dua atau lebih teras yang telah dibicarakan.

Sumber atau Materi Penulisan Feature

Ada empat sumber utama, yaitu diri sendiri, dari orang lain, lingkungna kita, tulisan-tulisan feature lain, khususnya, dan literatur/keputusan/perpustakaan. Ada juga hal-hal yang dapat menjadisumber masalah atau pokok bahasan, seperti:

1. Pengalaman pribadi

2. Perasaan Intuitif

3. Pengamatan Sepintas

4. Pernyataan Para Pemimpin, Pejabat, atau Pemegang Otoritas.

5. Berbagai pertemuan seperti Konferensi Pers, Rapat (rapat kerja), seminar, berbagai diskusi, dsb.

6. Bacaan, baik dari perpustakaan, surat kabar, dan tulisan feature lainnya.

Gaya

Menurut Dr.J.S. Badudu, Gaya bahasa pada dasarnya dapat dibedakan, menjadi empat bagian yaitu:

a. Gaya bahasa perbandingan

b. Gaya bahasa sindiran

c. Gaya bahasa penegasan

d. Gaya bahasa pertentangan

Menentukan Indikator-indikator Gaya

Ada beberapa indikator yang dipakai dalam tulisan, yaitu:

1. Ihwal judul tulisan/karangan tersebut. misalnya, sifatnya, panjang pendeknya, jenisnya, yang sering dipergunakan seorang penulis/pengarang.

2. Panjang tulisan itu sendiri.

3. Panjang pendeknya alinea atau paragraf yang digunakan.

4. Panjang pendeknya kalimat yang digunakan.

5. Konstruksi, susunan atau sistematika kalimat-kalimat.

6. Diksi, yaitu pemilihan kata.

7. Sikap penulis/pengarang kepada pembaca, dsb.

Program Feature Udara

Feature Udara adalah suatu bentuk mata acara siaran radio, feature bisa dalam bentuk suatu masalah tertentu, suatu kejadian atau peristiwa. Ataupun dari segi kehidupan tertentu.

Persamaan dan perbedaan Feature dengan Majalah Udara

Kedua-duanya baik Feature maupun Majalah Udara mempunyai persamaan dalam menggunakan berbagai bentuk acara dan penyajian. Sedangkan perbedaannya, Feature meninjau satu masalah atau persoalan atau topik dari berbagai arah dan pandangan, dari berbagai sudut sehingga dengan demikian pembahasan terhadap masalah tadi dapat diolah lebih mendalam. Dan analisisnya hanya dipusatkan pada satu pokok masalah. Dengan demikian, Feature mempunyai dasar pembahasan yang luas dan mendalam.

Sedangkan Majalah Udara sebaliknya, menyajikan berbagai bentuk masalah atau beberapa topik dan tidak hanya satu topik feature. Majalah Udara disusun dalam berbagai bentuk penyajian acara. Misalnya, dari dialog berganti menjadi uraian, kemudian wawancara, atau diksi, sehingga menjadi suatu rangkaian.

Proses Penulisan Feature

Ø Menentukan angle yang tepat

Ø Menentukan titik pandang

Ø Membuat kerangka tulisan

Ø Pengumpulan fakta, data dan informasi

Ø Mulailah menulis

Pentingnya Akurasi dan Keakuratan

Keakuratan data sangat penting bagi sebuah tulisan, terutama pada saat pengumpulan fakta, data dan informasi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: