Posted by: bachtiar hakim | March 16, 2008

Menulis Itu Indah – kumpulan penulis terkemuka dunia


“Menulis Itu Indah”

Rangkuman :

Albert Camus
Camus merasa bahwa harapan tidak bisa dielakan selamanya justru dapat mengepung siapa pun yang ingin terbebas darinya. Objek dari penyelidikan ini adalah soal kepastian sejati. Kenyataan absurd, seseorang menilai jalan lain dengan mencari jalan kecil daripada menyimpang darinya. Pada titik simpul alas an absurd, dalam satu sikap yang berdasarkan logika, hal absurd bukanlah kelalaian dalam mengembalikan harapan yang ada di balik tirai samaran yang paling bisa disentuh.
Sikap kratif dapat melengkapi keberadaan absurd. Seni tak pernah bisa begitu bermanfaat jika didasari pikirabn negatif. Hal penting untuk memahami karya besar karena gelap pun bisa menjadi terang. Pemikiran yang mendalam terus berada dalam keselarasan dan bentuknya diambil dari pengalaman hidup. Begitu halnya dengan kreasi seseorang diperkuat terus menerus oleh aspek-aspek yang beragam, yaitu karya-karyanya. Satu sama lain saling melengkapi, susul-menyusul, saling koreksi, serta saling mempertentangkan.
Kecerdasan manusia terus meningkat. Kecerdasan ini hanya mengindikasi dengan makin jelas aspek sukarela dari kreasi. Camus harus menunjukan fakta bahwa manusia tak punya tujuan apa pun selain mempertahankan kesadaran.
Camus menyebutnya bukan sebagai penyelidikan yang penuh kesabaran, berkelanjutan, ilustrasi hampa dari suatu tesis. Para creator adalah para filosof yang malu pada diri mereka sendiri. Maka Camus berbicara dengan membayangkan sebaliknya, mereka adalah para penulis nan jelas.
Pikiran-pikiran yang mendorong kesatuan adalah pikiran yang mengagungkan keragaman. Keragaman adalah tempat seni berada. Hanya kehendak untuk membebaskan pikiranlah yang dapat menegaskan batas-batas dan akhirnya akan datang.

Bertrand Russell
Pekembangan menulis Russell tidak linier begitu saja. Dalam karyanya, Free Man’s Worship, Russell menyampaikan pesan-pesan seperti :
Jangan menggunakan kata yang paling panjang jika kata yang pendek bisa digunakan.
Jika kita ingin membuat pertanyaan dengan kualifikasi-kualifikasi besar, maka taruhglah beberapa kualifikasi itu dalam kalimat-kalimat yang terpisah.
Jangan biarkan anak kalimat kita
Russell menegaskan kepada para professor muda bahwa karya pertama mereka akan ditulis jargon yang dipahami hanya oleh kalangan pelajar. Dengan demikian, mereka dapat mengatakan apa yang harus mereka katakana dalam bahasa “yang dipahami orang-orang”

Carlos Fuentes
Fuentes tidak melihat dirinya sebagai seorang penulis yang nasionalis dan tidak memercayai nasionalisme dalam satra. Menurutnya, sastra adalah sebuah peristiwa internasional. Tulisan adalah imajinasi dan tulisan itu menjadi titik perhatian ketika kita membaca serta menghakimi seorang penulis.
Ketika Amerika Latin tidak memiliki parlemen, maka penulis dipilih untuk menjadi juru bicara selayaknya seorang deputi. Fuentes berpendapat bahwa tanggung jawab riil seorang penulis terhadap masyarakat adalah meletakan kekuatan imajinasi dan kemampuan komunikasi bahasanya. Kita mempunyai tanggung jawab melalui bahasa karena bahasa terus menerus direndahkan. Jika tanggung jawab itu tidak dilakukan, maka informasi tidak akan tersampaikan atau hanya akan tersampaikan.
Misi penting bagi penulis adalah berusaha menunjukan bahwa bahasa dapatmelakukan sesuatu dan dapat ditempatkan sebagai sesuatu.

Czeslaw Milosz
Memberikan penghargaan kepada seseorang yang bekerja sama, artinya dengan menunjukan sekali lagi bahwa tak ada kesetaraan dalam jagat seni dan kesastraan. Strukturnya sangat bersifat hierarkis dan kehidupan terus menegaskan eksistensinya.
Robert Conquest menyempurnakan tugasnya dalam pembaharuan humanitas dengan menulis tentang sifat jahat negara soviet. Sebagai penyair yang pernah tinggal di Paris 1950-an, saya mampu menggambarkan risiko yang dihadapi seorang penyair yang menentang sesuatu yang kemudian secara politis yang benar.
Mungkin fakta-fakta yang pastiterlalu cepat terperosok ke dalam jenis pelupaan yang disengaja. Sikap mayoritas sastrawan barat terhadap kaum komunis menjadi berjarak. Semua itu merupakan fenomena terkuat dalam sejarah abad sekarang dan pasti memberikan banyak analisis.
Tanggung jawab para cendekiawan dalam mempertahankan kebenaran tidak dapat benar-benar mencemarkan mereka sebagai suatu kelas sosial atau kasta. Namun, dengan pelbagai aktivitasnya, mereka seharusnya bangga pada keinginan mereka untuk mengambil peranan. Pada saat ini, Milosz merasa senang berkesempatan mengekspresikan rasa terima kasihnya pada Robert Conquest.
Edward Said
Mahfuz adalah penulis Arab yang mendapat Hadiah Nobel pada 1988, sebagai seorang penulis yang memiliki karya-karya yang berkarakter. Mempunyai makna intelektual dan sastra untuk mendorong penduduk negrinya memiliki sifat yang sama dengannya—kuat, langsung, tajam. Sarat akan muatan realisme
Grabiel Garcia Marquez
Kesejahteraan ekonomi dan kesehatan yang terjaga baik merupakan situasi kondusif untuk menulis. Salah satu kesulitan utama dalam menulis adalah menyusun kata-kata dengan baik. Ketika menulis menjadi pekerjaan yang berat, maka ada baiknya membaca kembali buku-buku dan tidak benar bahwa jurnalisme mengakhiri hayat seorang penulis seperti sering dikatakan banyak pihak. Momok yang paling menakutkan para penulis adalah derita pagi hari karena menghadapi pagina yang kosong.
Observasi merupakan salah satu dari sedikit kebodohan yang hanya muncul dari para penulis yang hebat. Karya Hemingway dipenuhi penemuan-penemuan sederhana dan mempesona. Karya-karya dia menyatakan maksudnya dengan meletakan definisinya tentang karya sastra: seperti gunung es, karya hanya bisa dibentuk dengan baik jika didukung isinya.

Gao Xingjian
Gao Xingjian adalah seorang penulis yang kini menjadi eksil. Gao Xingjian adalah seorang warga dunia, yang diatur untuk dihancurkan oleh kekuasaan, yang berbicara pada dunia dengan suara sendiri.
Sastra memungkinkan manusia menjaga kesadaran kemanusiaannya. Gao menulis Soul Mountain (Gunung Sukma) yang menyajikan apa yang Gao capai dalam suatu eksplorasi bahasa di mana individu mengekspresikan dirinya dengan kebebasan menyeluruh.
Di hadapan Akademi Swedia, Gao ingin benar-benar mengingatkan mereka bahwa penulis adalah orang biasa, buka jura bicara bagi banyak orang, dan sastra tidak hanya dapat menjadi suara seorang individu.

George Orwell
Pada usia sebelas tahun, ketika perang 1914-1918 meletus, saya menulis sebuah puisi patriotik yang dimuat dalam surat kabar lokal. Ketika George semakin dewasa, dia menulis “puisi-puisi natural” dalam gaya Grorian yang buruk dan biasanya tidak selesai.
Di luar tugas dari sekolah, George menulis puisi-puisi semi-komik yang dapat dibuat dengan kecepatan yang luar biasa.
Ketika berusia sekitar enam belas, saya mendapatkan kesenangan menjelajahi kata-kata. Ketika meraa perlu menjelaskan benda-benda, maka dia harus tahu lebih dahulu benda-benda itu. George ingin menulis novel naturalis yang luar biasa dengan akhir yang menyedihkan, penuh gambaran yang tamsil-tamsil terperinci, juga bagian-bagian di mana kata yang digunakan sebagai anasir tak terpisahkan dari bunyi kata-kata itu sendiri. Proporsi beberapa penulis akan berubah dari waktu ke waktu, tergantung atmosfer di sekeliling dia, yaitu :
1.Sekedar egosime
2.Antusiasme estetis. Persepsi tentang keindahan di dunia luar atau di sisi lain, dalam kata-kata dan susunannya yang teratur.
3.Impuls Histotis. Keinginan untuk melihat sebagaimana adanya, mencar fakta-fakta sejati dan menyimpannya untuk keperluan pelacakan asal-usul.
4.Tujuan politis
Masalah bahasa cenderung lebih halus dan butuh waktu lama untuk didiskusikan. Dalam banyak kasus, George menemukan bahwa seiring dengan berjalannya waktu, maka kita dapat menyempurnakan berbagai gaya menulis, kita selalu bisa menguasainya. Kegagalan itu wajar. Setiap buku adalah kegagalan.
Menulis buku itu mengerikan, perjuangan yang meletihkan. Seseorang tak akan pernah berusaha menciptakan sesuatu jika tidak didorong oleh setan-setan yang dapat melawan maupun memahami. Jelas pula bahwa seseorang tidak dapat menulis apa pun yang dapat dibaca kecuali dia terus berusaha menghapus kepribadiannya. Saya kekurangan tujuan politis sehingga saya menulis buku-buku yang tak bernyawa dan terpisah-pisah, penuh kalimat tanpa makan, kata-kata dekoratif, dan biasanya omong kosong.

Jean-Paul Sartre
Penulis dapat mencandu kita dan jika dia menggambarkan suatu gubuk, maka sang penulis membuat gubuk itu tampak sebagai simbol ketidakadilan sosial serta mampu membangkitkan kemarahan kita.
Kemahakuasaan tanda-tanda adalah prosa ; puisi berada di satu sisi dari lukisan, patung, dan musik. Sartre dituduh kurang menyukai hal tersebut. Padahal Sartre akan mengatakan bahwa puisi-puisi memberikan ruang kata-kata. Penyair adalah orang-orang yang menolak menggunakan bahasa.
Dalam kenyataan, setiap usaha memerlukan waktu yang tak terbatas sehingga seseorang yang menganggap kata-kata sebagai instrument akan dipahami jika pada saat yang bermaksud pula menjauhkan instrumentalitasnya dari kata-kata tersebut. Kata terlebih dahulu didoestifikasi, barulah kemudian dibebaskan.
Jika penyair menyandarkan diri pada kata-kata, tidak berarti kata-kata kehilangan semua signifikasinya di mata dia. Tentu saja signifikasi sendiri yang dapat memberikan kesatuan verbal pada kata-kata Menulis merupakan suatu usaha. Seorang penulis sedapat mungkin mencoba menulis, untuk menunjukkan kemampuan walau ada yang salah, dan terlibat dalam karya-karyanya, bukan hanya sebagai pelaku pasif, yang tak berbuat apa-apa, melainkan sebagai kehendak.
Jorge Luis Borges
Bagi seorang penulis, “segalanya” ini lebih dari sekadar suatu kata harfiah yang mencakup hal. Diperlukan adanya pengalaman yang esensial. Seorang penulis memerlukan kesendirian dan dia dapat mengambil tempat di dalamnya. Menjadi penulis adalah menjadi seorang pemimpi – dia menempati sejenis kehidupan ganda.
Apa yang diberikan oleh suatu perguruan tinggi besar pada seorang penulis muda adalah perbincangan, diskusi, seni-pengakuan, dan mungkin yang paling penting, seni-penolakan. Terlepas dari semua ini, momen tersebut dapat muncul ketika penulis muda merasa dapat menuangkan emosi-emosinya ke dalam puisi.
Luis berbicara untuk kepentingan banyak pemuda di Colombia yang sedang berusaha menjadi penulis. Kesusastraan bukanlah sekedar permainan kata-kata. Apa yang menjadi masalah adalah apa yang tak-tertanyakan atau apa yang mungkin dibaca di antara baris kata-kata. Kita semua punya kesenangan sebagai pembaca, namun penulis juga punya kesenangan dan kewajiban penulis.
Jose Saramago
Dia tidak tahu bagaimana menjelaskan kemajuan dari perkembangannya sebagai novelis. Dia tidak berpikir bahwa seseorang dalam situasi tertentu akan mampu menemukan dan mengikuti alur perkembangan dalam kehidupannya, dari bukan apa-apa menjadi sesuatu. Setelah sekian lama, aktivitas menulis pun menjadi aktivitas reguler bagi Saramago. Dia nyari melupakan novel, buku-buku lainnya adalah dua volume puisi dan tiga koleksi artikel serta editorial surat kabar.
Pada Oktober 1998, Saramago adalah penulis berbahasa Portugis pertama yang meraih novel sastra. Namun, dia tetap orang yang sama dengan sebelum menerima novel sastra. Ketika pada 1980-an, Saramago menulis novel,, pada saat yang sama saya menulis naskah drama. Saramago memang penulis yang lebih baik sebagai novelis daripada penyair, penulis naskah drama, maupun esais.
Dengan karyanya, Saramago ingin berkontemplasi atau masa lalu sekaligus meditasi masa depan. Saramago tidak benar-benar yakin bahwa dia akan mampu saling memahami dengannya. Namun, peranan kepemimpinan dunia di masa depan pun mungkin akan dipegang Cina, suatu negara yang terus bergerak menuju kapitalisme sebagaimana tahap-tahap akselerasinya kini mendorong orang untuk meyakini peranan tersebut.
Julio Cortazar
Menulis, dimulai dengan kebutuhan dan keinginan untuk menulis. Namun pada akhirnya semuanya hanya dinilai dengan suatu ukuran bernama “realisme magis”, yaitu karakterisasi umum yang berusaha meletakkan tendensi-tendensi tertentu, namun tak mencakup para penulis yang para kritikus ajukan.
Namun realisme magis bisa juga diabaikan dan hanya menjadi masalah label, yang dilekatkan pada seorang penulis.
Mark Twain
Twain menceritakan tentang bagaimana naskah bukunya sempat terbengkalai selama bertahun-tahun. Diragukan oleh penerbit karena ‘berbeda’, dan pada akhirnya malah menghasilkan keuntungan puluhan ribu dollar.
Menggambarkan bahwa idealisme akan tetap hidup, dengan kegigihan dan keyakinan yang kuat untuk mewujudkannya.
Michel Foucault
Foucault menyimpulkan bahwa fungsi pengarang tidaklah bersifat universal atau konstan dalam suatu wacana. Malah terkadang suatu teks tidak selalu menentukan keberadaan para pengarang. Dan juga tidak terbentuk secara spontan.
Seorang filosof dan penyair tidak terbentuk dalam cara yang sama, dan novelis-novelis abad ke-18, dibentuk secara berbeda dari novelis-novelis modern.

Milan Kundera
Milan mencoba mengemukakan beberapa kata dalam sejarah penulisan dan penerjemahannya. Kata-kata yang berpengaruh bagi karya-karyanya. Yang inspiratif dan yang melahirkan beberapa pemikiran baru baginya.
Nadine Gordimer
Seorang penulis harus dapat menciptakan penulis dan tujuannya, sebagai mutasi dalam perantara budaya manusia. Hal ini merupakan sebuah permulaan perkembangan, dan adaptasi seseorang yang terjadi dalam eksplorasi sifat seseorang tersebut.
Octavio Paz
Paz harus berhenti sejenak untuk mengatakan dua hal. Pertama, “Dunia Ketiga”, istilah yang tidak lepas dari konsep yang kurang tepat. Kedua, cara pandang seorang penulis hanya bersifat individual dan unik.
Malaise sastra kontemporer adalah rahasia yang diketahui siapa pun. Ini adalah rahasia di mana pun, diulang-ulang dalam banyak perbincangan. Ketika pendidikan semakin meluas dan tingkat buta huruf semakin menyusut, minat orang modern untuk membaca justru menurun. Masyarakat kontemporer adalah setan-setan yang menguasai asal-usul peradaban kita. Sejak munculnya penerbitan, relasi antar pengarang dan penerbit tidak berjalan muncul.
Tak ada sastra jika tak ada penrbit. Meskipun demikian, banyak hal yang tak bisa begitu saja menentukan nilai-nilai sastra. Karena melihat situasi inilah saya berpikir bahwa perbaikan yang diletakan pada keragaman rasa, kesukaan, dan kecenderungan, hanyalah upaya membedah pasar.
Inspirasi-inspirasi bukan hal yang sepel maupun jenis sastra konformis. Sebaliknya berisfat kritis, agresif, kompleks, serta sulit. Para penulis pada zaman sekarang, harus kembali mempelajari kata dalam kesusastraan modern : bersuku kata tidak. Misi tertinggi dari kata adalah mengada.
Paulo Coelho
Spiritualitas berhubungan dengan pencarian terhadap sesuatu yang ingin kita lakukan dalam hidup. Spiritualitas juga berhubungan dengan jiwa dunia kita sehari-hari untuk menemukan jawaban dari misteri-misteri dibalik pemahaman kita.
Menulis juga membutuhkan spritulitas yang tinggi. Kita harus percaya, Tuhan akan membantu membuka jalan dan pikiran, ketika kita menemui jalan buntu.
Paulo Freire
Freire berusaha mengungkap konsep-konsep awal bukunya Pedagogy of the Oppressed. Beliau menekankan pada suatu konsep, yaitu praktik pendidikan yang merupakan bagian dari superstruktur berbagai lapisan masyarakat.
Salman Rushdie
Sastra adalah laporan sementara dari kesadaran sang seniman, yang tak akan berkahir atau sempurna. Sastra dibuat pada batas antara diri dan dunia, dan pada tindakan kreasi sehingga batasan itu melemah, dapat ditembus, mempersilahkan dunia mengaliri sang seniman dan sang seniman mengaliri dunia.
Sastra merupakan laporan sementara dari kesadaran seniman. Tak ada yang berakhir dan sempurna, semuanya berbicara tentang perubahan dan perkembangan.
Umberto Eco
Dalam menghasilkan karya, seorang penulis kadang harus mengikuti bagian yang bertentangan : tak mempercayai kata-kata sepakat dan menemukan perbedaan pendapat lewat konfirmasi pada intuisi. Tidak ada aturan, hanya resiko kontradiksi. Namun seorang penulis juga harus menyuarakan pendapat karena merasa wajib secara moral, bukan karena punya kepastian secara ilmiah, yang dikatakan dalam cara yang tak dapat dibantah.
Virginia Woolf
Penulis sekarang harus meninggalkan harapan bisa membuat pernyataan lengkap yang kita sebut mahakarya. Dia harus puas hanya dengan menjadi pengambil alih catatan-catatan. Namun jika buku-buku catatan dipenuhi muatan-muatan yang tidak mampu bertahan lama, maka sang penulis bisa menunjukkan bahwa muatan-muatan itu adalah bahan yang berasal dari mahakarya-mahakarya masa depan yang telah dibuat.
Walter Benjamin
Meskipun familiar, pendongeng telah menjadi sesuatu yang berada jauh dari keberadaan kita. Seni mendongeng sedang menuju kematiannya, makin sulit menemukan orang yang mampu menceritakan suatu kisah dengan baik. Karena menulis novel membiarkan pembaca menginterpretasikan sendiri caranya dalam memahami hubungan-hubungan peristiwa yang ada.


Responses

  1. Setuju … menulis itu indah

  2. menulis karangan jiwa…menulis inspirasi jiwa…menulis keren boo….

  3. menulis adalah memotret dengan kata-kata, mempermainkan emosi hanya dengan barisan huruf……..what a wonderful letters!!!!

  4. memang menulis suatu hal yang meyempurkan dalam kehidupanku. dengan menulis aku sesuatu yang gelap menjadi padang………………….

  5. Menulis adalah jiwa bagiku, menulis adalah ungkapan kalbuku, menulis adalah segalanya bagiku…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: