Posted by: bachtiar hakim | March 27, 2008

Mahameru (3676 mdpl) Part 1: MENGENANG MAS GARENG DAN SOE HOK GIE


MENGENANG MAS GARENG DAN SOE HOK GIE

Perjalanan Ke Puncak Mahameru (Bagian Ke-1 dari 2 Bagian)

letupan-mahameru-aktif-15-menit-seklai.jpg

“Mahemeru ngebul”,titik tertinggi di Pulau Jawa difoto dari puncak Ayak-ayak
Sumber : Koleksi pribadi Bachtiar Hakim

Mahameru menjulang tinggi

Membelah angkasa biru

Berpayung awan nan putih bersih

Menggetar hati terharu

Indah megah bayangan lawu

Nampak jauh sumpah hati

Menegak bagai perwira sakti

Memandangi awan tinggi

Kupeluk mahameru….

Mengejar cita-cita

Gemilang merayu

Menjaga ibu semata…

Kupuja wahai kau perwira

Menjaga ibunda ratu

Bagaikan Mahameru Sempurna

Tetap berbakti selalu”

(“Anonim – Kr Mahameru”)

Mungkin potongan lirik lagu Keroncong berjudul “Mahameru” ini menginspirasi kita (anak-anak “Agabond Adventure Team” alias Anak Ganteng Cirebon…hahahaha) untuk mendaki Gunung Semeru. Sebagai catatan, lagu yang tidak jelas siapa pengarang dan pelantunnya ini nampaknya sudah menjadi “lagu wajib” di setiap komputer anak Agabond. Selain keindahan syair lagu ini, saya juga penasaran setelah membaca beberapa buku memoar Soe Hok Gie yang kebetulan muncul di Film “Gie”. Begitupun kisah perjalanan ke mahameru yang mengharukan dalam Buku “5 cm (Lima Centimeter)”.

DAN barulah pada musim mudik lebaran 2006 ide dan hasrat kita untuk mendaki mahameru tersatu lewat tekad untuk berangkat bersama. Kebetulan pada tanggal 23 November 2006, saya dan keluarga mudik dari Bogor ke Cirebon dan Brebes. “Wah, makin deket aja sama anak-anak Agabond” kebetulan personil Agabond berasal dari Cirebon, kota udang.

Intinya kita jadi berangkat!!!

di-rumah-temen-adit-sebelum-berangkat-naik-ka-matarmaja-28-okt-06.jpg

Agabond Berkumpul di rumahnya Jeper di Cirebon (Dari Ki-Ka : Raden “Edik”, Dika “Silit”, Aditya “Dlog-Dog”, Eko “Gepeng”, Bach “Kemplud”, Slamet “Slam”)

Berangkat !!!!

Nah, tgl 28 Oktober 2008 pukul 12.00 kita sepakat berkumpul di rumahnya Jeper. Standar-lah !!! kita ngitung-ngitung anggaran, packing, belanja, sambil bercanda-becanda ledek-ledekan (biasa-lah guyon a-la Cirebon). Anak-anak sepakat untuk menempuh perjalanan ke kota Malang naik Kereta Api (KA) kelas Ekonomi “Matarmaja” karena tiketnya hanya 55 ribu rupiah. Sedianya, Matarmaja akan tiba di Stasiun Prujakan Cirebon pukul 17.00.

Sayangnya orang tuaku tidak mengizinkan untuk naik K.A. ekonomi Matarmaja . Mungkin alasannya karena khawatir anaknya akan berdesak-desakan dengan penumpang arus balik. Akhirnya, karena aku ngotot sekali ingin berangkat dengan kereta yang ternyata kepanjangan dari “Malang-Blitar-Semarang-Jakarta”itu , bapakku mengalah. Bapakku mempercepat kepulangannya ke Malang demi mengantar anaknya… heuheu…. (kesannya gw kayak anak papah yang ogoan aja… najis!!). Tapi aku beruntung karena si Adit yang uangnya pas-pas-an buat naek kereta juga ingin “nebeng” di mobil bapakku. “jadi ada teman deh selama perjalanan”

Faktanya, perjalanan dari Cirebon ke Malang ternyata lebih cepat waktu tempuhnya bila menggunakan KA ekonomi daripada mobil pribadi. Anak-anak berangkat naik Matarmaja sekitar pukul 17.30 dan tiba di Stasiun Malang Kota pada pukul 07.30. Sementara, aku berangkat pukul 00.30 dan tiba di Malang pada pukul 16.00 sore.

Selama perjalanan ke Malang itu sepertinya aku harus “sowan” kepada Mas Iwan,supir pribadi bapakku. Kemacetan Sangat… Sangat…. Parah menghadang kami di daerah Pekalongan dan Kudus. Mungkin karena aku sering menggerutu (maklum… kesepakatannya pagi hari kita semua sudah HARUS berkumpul di Malang atau bila telat ditinggal), mas iwan dengan cekatan memaju mobil dengan kecepatan ekstrim melalui jalan-jalan tikus. Sampai-sampai bapakku memejamkan mata karena ngeri. Beruntung aku tidak mengalami perjalanan 24 Jam non-stop. Namun, hal yang paling melegakan aku dan Adit adalah pengertian dari anak-anak yang sudah tiba di Malang.

Let`s Move On!!!

Akhirnya, aku dan rombongan bertemu jua di daerah Pasar Tumpang (Malang). Sebenarnya, kalo anda ingin berangkat dari kota Malang dengan menggunakan moda angkot, tinggal naik saja yang berinisial AT alias Arjosari – Tumpang dengan ongkos maksimal 4 ribu rupiah. Di pasar itu, kami menyiapkan logistik dan konsumsi.

Pukul 17.00 berangkatlah kami ber-8 menuju Pos Ranu Pane menggunakan jip yang disewa dengan tarif 250 ribu rupiah. Dalam perjalanan ke atas itu banyak ditemui pemandangan indah sekaligus mencengangkan. Misalnya, kami harus melewati dua jurang yang menganga di sisi kanan. Belum lagi lumpur yang menghambat laju mobil memaksa kami untuk turun sejenak. Keindahan alam Taman Nasional Gunung Bromo Semeru Tengger hanya kami nikmati sejenak saja karena hari sudah mulai gelap.

Medan yang terjal sempat membuat mobil Jip beberapa kali mogok

Saat gelap, maksud hati ingin melihat keindahan gunung bromo tapi yang kami jumpai hanyalah percikan api dari jauh yang terlihat di sisi kiri jalan. Tampaknya, kawasan konservasi ini sudah ternoda dengan tangan-tangan kotor. Saat musim kemarau, angin berhembus dengan kencang sehingga kobaran api makin meluas.

di-pos-i-ranu-pane-sebelahnya-pak-gareng.jpg

Di Pos Jaga Ranu Pane (Pos 1)

Pukul 19.30 Akhirnya kami sampai di Pos I Ranu Pane. Hembusan udara nan dingin serta suasana gelap yang sangat romantis menyambut kami. Namun, kompleks pekuburan rakyat dan pendaki nahas yang terletak persis di samping Pos Lapor Ranu Pane sempat membuat bulu kuduk kami merinding juga. Saat itu suasana Pos lapor yang dikelola oleh Departemen Kehutanan cukup ramai. Ada yang bebrapa rombongan yang baru saja turun dan ada pula yang menunggu pagi untuk berangkat.

Kami mengisi buku tamu pendaki dan membayar 7 ribu rupiah per orang untuk biaya konservasi. Di pos itu, terpampang peta kawasan konservasi Bromo – Semeru – Tengger beserta flora dan fauna yang dilindungi di dalamnya. Beruntunglah kami bisa bertanya cukup banyak kepada penjaga pos tersebut.

Setelah pendaftaran selesai, kita beranjak mengunjungi kedai tradisional yang menjajakan makanan dan minuman hangat. Tidak hanya itu, mereka juga menyediakan peralatan pendakian yang sederhana seperti sarung tangan, aneka “kupluk”, hingga cenderamata khas berlabel Semeru. Tidak ketinggalan kami pun menyantap soto ayam yang disajikan dengan sambal kecap yang sangat khas.

Suasana kedai cukup ramai dengan pendaki yang baru saja turun. Ada saja cerita-cerita yang aneh dari mereka. Ada yang bilang bahwa mereka baru saja disesatkan alias diputar-putar oleh makhluk gaib penghuni Semeru. Cerita yang paling unik yaitu ada yang tiba-tiba bertemu sosok-sosok aneh. Mendengarnya kami cukup gentar juga apalagi ketika melihat mereka seperti kesetanan saat menyantap makanan dan minuman. Pikirku, mereka yang kondisinya sangat lelah dan lapar bisa saja berhalusinasi yang tidak-tidak.
>>> Bersambung ke Mahameru Part 2….

Responses

  1. hiii btw agabond mana neh ? gw juga anak cherbon

  2. Mau dong lagu keroncong Mahamerunya…..

  3. kalo sempat ntar aku upload file-nya. Link buat downloadnya saya taruh di tulisan ini

  4. kin, gw salut sm lo..

  5. sukses terus bro!!!

  6. pnya rencana ke mahameru thun depan tgl 17 ags ada yang bisa rekomendasi gmana carana gabung ke pendakian tersebut….plis reply to my email at minority_wep@yahoo.com saya di jakarta dan ini akan jadi pendakian pertama saya pliz reply as soon as thanks lot and take to heaven above the sky

  7. pnya rencana ke mahameru thun depan tgl 17 ags ada yang bisa rekomendasi gmana carana gabung ke pendakian tersebut….plis reply to my email at minority_wep@yahoo.com saya di jakarta dan ini akan jadi pendakian pertama saya pliz reply as soon as thanks lot and take me to heaven above the sky

  8. kalo mau gabung ikut rombongan. Gampang! Ikut aja “Forum Outdoor” di http://www. kaskus.us … mereka pasti bikin pendakian massal menyambut 17 agustusan.

    Kalo mo sendiri sebenarnya perizinannya sih gak susah. Kita tinggal dateng aja ke Pos Ranu Pane. Masalahnya, status Mahameru gak pasti. bisa aja 17 agustus bulan depan ditutup kalo kawahnya “batuk”.

    Mending klo baru 1st naik gunung, santai aja jangan lgsg ke yg tinggi2 n jauh2. Latihan aja sembari fun ke gunung yg deket

  9. Postingan bagus kawan.. kebetulan 23 Des nanti saya bedua ma temen mau ke Semeru, spt nya udah ga sabar pengin kesana, setelah lama mundar-mundur terus…😉

    • hati2 bung.. lagi musim hujan. Rawan banjir lahar dingin. Kalo mau pergi yang aman mending pas musim kemarau

    • @ boomN : ayo semangat.. kalo udah naek , bagi2 ceritanya

  10. aq pengn ksana denger critany

  11. doakan saya…besok jumat 28 mei…saya akan kesana..:)
    baca tulisanmu ini..bikin aku segera kesana…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: