Posted by: bachtiar hakim | May 8, 2008

Ada Apa Dengan Tajuk Rencana?


ADA APA DENGAN EDITORIAL?

“Akhir-akhir ini tidak ada orang yang membaca editorial.”

“Siapa yang peduli, lagipula editorial tidak memberikan pengaruh apa pun.”

Kalimat-kalimat itu sering dilontarkan orang. Kedua pernyataan tersebut memiliki kebenaran, tapi juga terlalu sederhana. “Jenis-jenis halaman editorial tidak begitu banyak tapi pasti cukup banyak.” kita tidak seharusnya menyimpulkan terlalu cepat tentang halaman editorial.

Surat kabar memiliki kesempatan lebih dari sekadar “pabrik kata-kata,” sesuatu yang lebih daripada sebuah “alat angkut umum” untuk informasi. Kesempatan tersebut adalah melatih kekuatan positif dalam masyarakat. Dan bagaimana melakukannya? Mengutip saran Josep Pulitzer—masih tercetak di bawah kepala surat kabar St. Louis-Dispatch: “…selalu tetap dicurahkan kepada kesejahteraan publik; tidak pernah puas hanya dengan berita tertulis.” Dan halaman editorial tetap merupakan cara utama untuk melakukannya, meskipun perubahan terhadap interpretasi dan latar belakang serta semua kecaman yang dibuang tentang kemunduran kekuatan pers.

Editorial digunakan secara luas

Di Amerika Serikat, mungkin hanya beberapa dari lusinan koran harian yang menghilangkan editorial. Hal ini tidak mengejutkan mengingat dalam lahan itu para penerbit, editor, dan penulis secara terbuka membidikan tekanan-tekanan yang mereka dapat dalam opini publik.

Di antara pers mingguan, bentuk dari yang tidak memiliki editorial agak lebih besar. Sebuah survei dari 40 pers mingguan mulai Maine hingga Nevada menunjukkan 34 dengan editorial, menurut The National Publisher (Oktober, 1951). Kebesaran dari mayoritas pers mingguan adalah membawa editorial.

Di antara majalah, jumlah yang tidak memiliki editorial masih besar. Deadline yang lambat dan perbedaan nilai objektif adalah bagian dari hal ini. Dalam bidang sirkulasi majalah massal, penekanannya adalah hiburan..

Editor dan penerbit yang mencari pengaruh kilat kepada opini pembaca mencoba memegang pengaruh atas editorial pada koran harian, mingguan, dan majalah. Kesemuanya itu, bagaimanapun juga mempunyai pengaruh atas berita apa yang mereka pilih untuk dicetak, bagaimana mereka menyampaikannya, dan dimana letak artikelnya dimuat dalam surat kabar atau majalah mereka. Dalam penerbitan dimana hiburan merupakan yang tertinggi, fungsi editorial telah diijinkan untuk dikerutkan atau sebenarnya ditanggalkan.

Adanya kenyataan bahwa penerbitan tidak mencetak sebuah editorial dengan sendirinya, menandakan kalau itu betul-betul melatih tanggung jawabnya sebagai wadah untuk membentuk opini publik atau menyediakan kebutuhan informasi atau interpretasi..Pertanyaan yang harus mengganggu banyak pembaca di seluruh negara dimana mereka tidak yakin kalau editorial yang dibaca merupakan buah pemikiran para editor:

Survei menunjukkan bahwa ada pembaca

Survei jumlah pembaca menunjukkan bahwa bagian lain dari surat kabar dan majalah lebih luas dibaca daripada halaman editorial. Berdasarkan penelitian The National Publisher terhadap laki-laki dan perempuan, Ada beberapa jenis pembaca halaman editorial, yaitu.:

Laki-laki Perempuan

1. Beberapa berita dalam hlmn editorial 83 79

2. Kartun editorial 64 56

3. Beberapa editorial 43 27

4. Editorial paling sering dibaca 36 22

5. Editorial utama 34 22

6. Surat untuk editor 32 22

Disisi lain, Survei The National Publisher kepada 40 perwakilan pers mingguan menunjukkan jumlah pembaca editorial bermacam-macam, mulai dari 87 persen hingga 27 persen, dinyatakan bahwa para penulis editorial dari luar kota tidak perlu merasa malu dan rendah diri terhadap “saudara” mereka di kota besar.

Kegunaan semua survei si atas adalah untuk menunjukkan beberapa fakta tentang pembaca editorial , diantaranya :

  1. Berdasarkan jenis kelamin.

Peminat yang lebih besar atas halaman editorial adalah laki-laki ketimbang perempuan.

  1. Berdasarkan Usia

Hasil survei setuju bahwa usia remaja belum cukup perhatian dengan pembuat keputusan, diskusi nasional seadanya dan peristiwa-peristiwa dunia.

  1. Berdasarkan status ekonomi dan pekerjaan

Peminatnya digolongkan atas Kaum eksekutif dan profesional terlatih hingga eksekutif muda, tenanga terlatih laki-laki, sampai buruh kasar.

  1. Berdasarkan waktu

Peminat editorial memuncak saat masa krisis.

Apa yang terjadi ketika editorial tidak ada?

Pada bulan Juli 1945, Biro Periklanan ANPA mengetes reaksi publik dan keluar dengan beberapa temuan tentang jumlah pembaca editorial yang hampir mengesankan. Berdasarkan lebih dari 1.017 wawancara, didapati pernyataan bahwa pembaca merasa kehilangan 201 contoh editorial dan 145 daftar kolomnis. Bentuk tersebut dibandingkan dengan 144 sebutan untuk komik dan 133 untuk berita olahraga.

Pengaruh Politik Editorial

Pelajaran Dr. Mott mempertontonkan bahwa surat kabar-surat kabar tetap menjadi sebuah pengaruh konservatif. Pada zaman Jefferson, mereka mendukung para federalis. Pada masa Jackson, surat kabar-surat kabar Whig mendominasi kancah pemilihan. Abraham Lincoln gagal memperoleh dukungan dari mayoritas surat kabar-surat kabar sampai kampanye keduanya, ketika dia adalah favorit dari publikasi-publikasi di utara. Pada dasarnya analisis, Dr. Mott menyimpulkan bahwa “terlihat tidak ada korelasi, positif atau negatif, antara dukungan dari mayoritas surat kabar-surat kabar selama sebuah kampanye dan kesuksesan pada pemberian suara.”

Sisi Non-Politik

Jika banyak suratkabar dan majalah-majalah mempunyai kekuatan untuk menggoyahkan opini, sebagian besar terlihat dari komentar pada halaman-halaman opini. Tampilan yang menonjol dari sejarah berita atau pencerahan penjelasan atau latar belakang artikel dapat membantu sebuah komunitas memperbaiki pemikirannya, tapi tajuk rencana adalah titik fokal dari banyak publikasi yang paling sengaja diusahakan untuk membuat atau membentuk opini publik. Yang paling efektif dari tajuk adalah kombinasi/ campuran yang tidak hanya memberikan opini-opini yang telah dibuat, tetapi juga informasi, pemaknaan mereka, dan latar belakang melawan kenyataan.

Kritik-Kritik Mengenai Halaman Editorial

beberapa kritik:

H. L. Mencken, editor Baltimore Sun : “halaman editorial surat kabar adalah kegagalan yang paling hebat dan paling mencolok saat ia muncul sebelum tahun 1937”

Gerald W. Johnson, staf Baltimore Sun : “Saya menemukan editorial faktual adalah bacaan suram dalam kertas, tidak mengeluarkan pemberitahuan yang legal.’

Felix Morley, penulis editorial pemenang penghargaan Pulitzer : “editorial hanya aksesoris lain yang cukup membosankan diantara alat pers”.

Alan Barth, penulis editorial di Washington (D.C.) Post : ”Halaman editorial, salah satu jantung setiap surat kabar, sudah menjadi terlalu jauh dari kebiasaan, tambahan dari vermiform belaka. Masih bagian dari organisme, itu memiliki banyak masalah, kehilangan hampir seluruh fungsi-fungsi organik.”

Oswald Garrison Villard, penulis editorial di Metropolitan Amerika : “Dosa terburuk dari editor Amerika adalah ketidaktahuan mereka, mereka tidak punya keberanian dan merupakan kegagalan mereka untuk menampakkan dan mencela kelakuan buruk mereka.”

Editorial dan komentar interpretasi Komentar yang sifatnya bermusuhan atau tidak cocok mungkin dapat dirinci ke dalam tiga kelompok umum:

(1) Konten dan kebijaksanaan,

(2) Gaya atau komposisi,

(3) Susunan tulisan.

Agen dari komunikasi massa yang memiliki tujuan sebuah posisi dominan di daerahnya bisa mengeluarkan pengaruhnya melalui pikiran-pikiran audiensnya yang terlalu powerful untuk tidak diperhatikan. Kita tidak bisa membubarkan agen-agen tersebut karena apabila hal tersebut dilakukan maka akan membubarkan pelayanan yang telah mereka sumbangkan. Untuk yang terbaik, tugas ini membutuhkan kesabaran yang sungguh. Beberapa editor, pastinya, akan melakukan kesalahan.

Objektivitas opini tidak hanya dicapai dari penelusuran editor saja, tetapi dengan mengarahkan setiap kemungkinan dari tujuan kegiatan dan bahaya ketika melayani sebuah komunitas. Sebuah editorial dibuat objektif dengan menimbang berbagai sisi kontroversi dengan persfektif secara luas dan pemahaman yang mendalam sebelum menentukan arah yang akan dipilih. Editorial surat kabar seharusnya objektif terhadap tujuan-masalah. Salah satunya ditentukan dari kebenaran apa yang ada dalam sebuah isu, hal tersebut seharusnya menarik untuk membuka pikiran..

Kritik umum terhadap gaya tajuk rencana :

(1) tajuk rencana terlalu terburu-buru dalam mencapai pendapat dan penulisan .

(2) menulis tajuk rencana menulis terlalu seperti buku, seperti prosa, dan memberi wejangan.

(3) tajuk rencana tidak efektif karena mereka tidak disertai tandatangan/identitas dan kelembagaan.

DIMANAKAH MENDAPAT IDE DAN INFORMASI

Bagi penulis editorial, mereka menempatkan membaca sebagai urutan pertama, baru kemudian refleksi, percakapan/ wawancara/ diskusi, pengalaman pribadi, terakhir observasi.

Berita hangat adalah ide utama untuk membuat editorial. Begitu juga komik, tips kecantikan, surat pembaca, bahkan iklan. Semua yang sekiranya memiliki daya tarik atau mengundang minat pembaca adalah topik yang berpotensi.

Hasil distribusi di atas tidak bisa dijadikan generalisasi tentang tren semua media cetak. Namun, kita bisa mengetahui distribusi geografis mengenai unsur editorial di atas telah mengikuti minat pembacanya pada masa itu. Bertahun-tahun setelah adanya survey di atas, minat terhadap peristiwa asal luar negeri makin besar. Akibatnya isu internasional tidak lagi mengejutkan. Peristiwa luar negeri telah menggeser peristiwa nasional meski lahan ini masih menjadi favorit beberapa penulis.

Professor Luxon melaporkan dari 3.206 editorial yang diteliti, 35 % mengenai politik. Permasalahan sosial mencapai 21 %, ekonomi mencapai 17%.

Editorial Mengikuti Berita

Kebanyakan masyarakat membeli koran maupun majalah berita umumnya  mengutamakan berita dan isi berita khasnya., tidak aneh bila halaman depan atau artikel berita khas menjadi masukan bagi editorial .

Koran pagi dapat mengeksplorasi manfaat khusus dari  dari beberapa hal yang diharapkan oleh penulis editorialnya- contohnya tentang  Sea games di Thailand di mana kejadiannya saat penulis ediorial menulisnya sama sekali belum dilaporkan sebagai sebuah berita..

Satu survei hari kerja editorial pada New York Times selama beberapa minggu tertentu  menunjukkan bahwa dominan  fokus editorial menekankan pada berita halaman depan. Dari 36 editorial yang diterbitkan Senin hingga Sabtu, 19 diantaranya sepakat dengan  berita yang dicetak pada halaman depan.

Banyak dipertanyakan bagaimana sebuah kebaruan ide diperhitungkan untuk dapat menjadi topik bagi editorial. Walter Lippman, editor  New York World, mengemukakan bahwa bisa saja sebuah ide itu dimanapun dari dua jam hingga 2.000 tahun.

Buku tertentu bisa jadi bermanfaat untuk referensi selingan yang luas dan mampu membuka cakrawala bagi seorang penulis editorial, tergantung pada latar belakang yang diperlukan dalam pekerjaannya.

Selalu menjaga sentuhan manusia

Orang menjadi sangat penting bagi seorang penulis tajuk rencana yang berhasil. Pengalaman-pengalaman pribadinya sering menghasilkan bahan untuk apa ia dapat memberikan komentar. Percakapan, seperti yang dijelaskan oleh Profesor Flint, adalah satu cara penting di mana seorang penulis tajuk rencana mungkin mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh orang lain.

Namun, Penulis tajuk rencana harus berhati-hati untuk tidak membatasi percakapan-percakapannya pada teman-teman semisal teman klub golfnya atau teman-teman makan siangnya. Mereka biasanya menunjukkan sudut pandang yang konseratif dan berhasil, suatu pendirian yang tidak mungkin cocok untuk waktu yang lama dengan pandangan pembaca yang khusus..Hobi juga dapat menghasilkan gagasan-gagasan tajuk rencana dan juga rekreasi.

Penulis tajuk rencana yang teliti adalah memeriksa fakta-fakta yang diberikan di dalam satu surat kabar terhadap laporan-laporan tentang peristiwa yang sama pada surat-surat kabar lainnya. Hal itu dapat menjaga terhadap kesalahan faktual, tetapi laporan-laporan berita sering mengabaikan fakta-fakta yang sangat penting untuk penilaian yang akurat. Pada pada Sigma Delta Chi tahun 1952, Robert White, editor luar biasa Mexico (Missouri( Ledger, mengatakan tentang bagaimana gagasan-gagasan untuk tajuk rencana berkecambah:

Hal-hal yang harus diperhatikan

Untuk menulis sebuah editorial, penulis editorial harus memerhatikan beberapa hal dalam rangka pemilihan topik. Ia harus mempertimbangkan resiko yang akan terjadi sebelum mulai menulis.

1.  Setiap berita belum tentu cocok untuk bahan editorial.

2.  Menghindari trial by newspaper tapi jangan menghindari pertengkaran.

3.  Hati-hati terhadap teror

4. Perhatikan “the Three R’s”

Cara mendapatkan informasi

Setelah topik dipilih, hal yang harus dilakukan adalah mencari latar belakang berita yang akan ditulis dalam editorial dan menulis editorial. Namun, kadang penulis editorial menghadapi kendala karena kurangnya bahan untuk menulis dan juga gaya penulisan editorial yang buruk.

Disinilah Kolumnis dan ahli bahasa memegang peranan penting sebagai evaluator penulis editorial. Walaupun begitu banyak bantuan yang didapat oleh penulis editorial, tentu saja ia harus bisa melakukan penelitian sendiri terhadap berita yang akan dijadikan bahan editorial. Ia harus memanfaatkan kelihaiannya untuk mendapatkan informasi secara cepat dan efisien dengan memilih buku-buku yang direkomendasikan? Dua puluh lima penulis editorial dalam seminar American Press Institute pada 1947 menulis buku-buku favorit mereka, diantaranya: World Almanac, Who’s Who in America; Congressional Record, Quarterly, and Directory (the three as group); and Editorial Research Report, Encyclopedia Britannica, The Encyclopedia Americana, Facts on File, and World Report.

Beberapa sumber lain yang dapat dijadikan bahan informasi diantaranya:: Kliping, wartawan berita langsung, perpustakaan umum, konferensi pers, Dictionary of American Biography, buku tahunan lokal, kode negara, buku mengenai sejarah kota.

Penelusuran referensi-referensi

Buku-buku referensi dapat diklasifikasikan menurut fakta yang terkandung; hal inilah yang mungkin dipikirkan oleh kebanyakan penulis editorial. Pengklasifikasian ini, terdiri atas:

1. Informasi Umum

a. Almanak dan Buku tahunan

b. Ensiklopedia

2. Geografi

3. Statistik

4. Biografi

5. Kata-kata

6. Fakta-fakta Umum

7. Buku-buku Umum

Membangun Sebuah Tajuk Rencana

Sebuah editorial atau tajuk rencana mempunyai empai bagian:

  1. Title (judul)
  2. Lead/introduction (teras/pembuka)
  3. Body (tubuh)
  4. Conclusion (kesimpulan atau anjuran untuk melakukan sesuatu).

Meskipun ada empat bagian tajuk rencana, bukan berarti penulis editorial (tajuk rencana) memperhatikan semua bagian. Terkadang malah hanya satu bagian yang paling diperhtikan, yaitu isi/tubuh tajuk rencana.

Seorang penulis tajuk rencana yang bijaksana jika memungkinkan, akan mengecek spekulasi melalui pengetahuan penulis makalah sains atau seseorang dengan latar belakang kaya akan ilmu pengetahuan. Ahli ini bisa dihubungi lewat telepon utuk menjaga keakuratan penulisan.

Dengan pengetahuan yang umum dan khusus, penulis tajuk rencana akan bisa memutuskan apa yang ingin ia komentari. Penulis tajuk rencana ini dapat memutuskan untuk menggunakan aspek sejarah ini sebagai pusat tema tajuk rencana ini. Kemudian ia bisa meringkas reaksi tajuk rencana dalam sebuah kalimat pernyataan.Setelah semua penelitian dan pemikiran ini dilakukan, penulis tajuk rencana akan menurunkannya ke juru ketik (typewriter) . Setelah itu, ia bisa memikirkan tentang judul tulisannya.

Setelah judul selesai, ia harus memikirkan ide badan editorial. Badan editorial bisa jadi memiliki jarak dari satu kalimat ke salah satu kolom. Tujuannya, memberi penjelasan atau alasan untuk reaksi editorial. Kadang kala alasan tersebut terbukti sendiri, sehingga yang harus dilakukan oleh semua penulis adalah meletakkan dua atau lebih kejadian bersama-sama agar menghasilkan suatu reaksi editorial. Pada kasus lain, alasan-alasannya mungkin rumit dan berbelit-belit, yang mana editorial dapat memerlukan begitu banyak ruang yang memotong kelanjutan pada hari-hari yang bertalian.

Umumnya, editorial yang efektif memiliki bagian yang dapat diterangkan sebagai informasi dan reaksi. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan latar belakang, penjelasan situasi yang rumit, perkiraan perkembangannya di masa depan sebagai hasil dari beberapa aksi, atau secara umum menambahkan kejadian-kejadian yang bermakna.

Editorial lainnya menambahkan elemen ketiga dari argumentasi atau kesengajaan. Disinilah sesungguhnya penulis editorial mencoba untuk mengubah opini publik dalam petunjuk yang ia rasa seharusnya berubah.

Aspek reaksional adalah sisi yang membedakan editorial dari berita dan artikel feature, pada satu bagian, serta hiburan dan informasi pada bagian lainnya

Editorial yang Menginformasikan atau Menjelaskan

Ada beberapa jenis editorial di antaranya:

1. berdasarkan tujuannya

untuk menginformasikan, memengaruhi, dan menghibur

2. berdasarkan bentuk komposisi

narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi.

3. berdasarkan permohonan atau daya penariknya

emosional dan intelektual

4. berdasarkan isinya

politik, sosial, ekonomi, sejarah, ilmu pengetahuan, estetika, humor

5. berdasarkan geografi pokok

lokal, negara bagian, regional, nasional, internasional

6. berdasarkan sumber

penulis editorial paruh waktu, anggota staf lain yang menguasai bidang tertentu, kontributor magang, sindikat, organisasi non-jurnalistik yang mendukung keinginan publik yang sesuai dengan pokok pemikiran mereka

Editorial Informatif Seharusnya Memberikan Informasi

Editorial informatif mempunyai beberapa istilah lain, contohnya interpretatif, eksplanatori, dan eksposisi. Apapun namanya, tujuan utamanya adalah memberikan informasi kepada pembaca. Idealnya, komentar penulis seharusnya tidak memihak, seperti berita langsung. Tapi, pada kenyataannya, hal ini tidak selalu tercapai.

Saat ini semakin banyak penulis editrorial yang mengarahkan gaya mereka ke format penulisan editorial informatif, dengan memaparkan latar belakang daripada mengevaluasi peristiwa-peristiwa berita. Hal ini dikarenakan kecenderungan pembaca mau mengetahui apa yang telah terjadi, mengapa, bagaimana, dan apa akibat yang akan terjadi dalam kehidupan pribadi mereka.

Tentang Editor Editorial

Ada berbagai pendapat mengenai apa sebenarnya pekerjaan seorang editor editorial, antara lain:

1. Louis LaCoss dari St. Louis Globe-Democrat

Saya percaya tajuk rencana saat ini cenderung memberi informasi daripada memerintah. Pembaca mungkin saja terpengaruh dengan cara berpikir kita tetapi terutama mereka berharap diberitahukan sehingga dapat membuat kesimpulan sendiri.”

2. Virginius Dabney, editor Richmond Times-Dispatch

Menurut saya, ada sebuah tren, di mana format penulisan editorial sedikit mengarah ke format penulisan opini, di mana ada kecenderungan untuk memberikan latar belakang subjek secara mendetail dan memperlihatkan satu posisi dari sisi baik dan buruknya.”

3. F.J. Cainsway, manajer editor di Jersey Journal, Jersey, N.J

Saya setuju bahwa sedikitnya editorial opini berdasarkan pada, ‘karena saya berpikir pembaca akan mendapatkan kesan saat berbicara langsung dengannya’.

4. A.T. Burch, rekan editor di Chicago Daily News

Staf halaman editorial bermaksud untuk memberitahukan kesimpulan yang tegas, tanpa terlihat sombong.

5. Herbert Lewis, editor St. Paul Dispatc dan Pioneer Press

Kita menghindari editorial yang sangat dogmatis. Kita mencoba untuk menghindari tipe esai dalam penulisan editorial dan menekankan komentar dalam situasi dan peristiwa saat ini.

6. Jenkin Lloyd Jones, editor Tulsa (Oklahoma) Tribune

Saya percaya dan berharap penulis editorial di masa depan akan meningkatkan objektivitas mereka tanpa kehilangan kekuatan mereka. Editorial adalah opini. Jika isinya bersifat netral, maka itu bukan editorial.

7. Herbert Brucker, editor Hartford (Connecticut) Courant

Ia mengatakan, kebijakan editorial yang “objektif” tidak dapat diterapkan pada isu politik, kandidat politik, ekonomi, perselisihan, dan yang lainnya.

Berbagai Tipe Editorial Informatif

Pada kenyataannya, semua editorial informatif mungkin dapat digambarkan dengan: menjawab berbagai pertanyaan untuk pembaca. Pengulangan sejarah yang menakjubkan terkadang ditulis juga dalam editorial.

Para penulis obituari edoitorial kadang juga dihadapkan pada kesadaran emngenai pepatah yang menyatakan jangan membicarakan keburukan orang yang sudah meninggal yang harus dihindarkan.

Isu Dalam Tajuk Rencana adalah Permintaan

Tak diragukan lagi, tajuk rencana yang mencari jawaban atas pertanyaan umum “Apa yang terjadi?” ialah opini yang paling diinginkan dari semua opini informatif lain. Pembaca selalu ingin tahu mengenai “rating” sebuah isu dibalik kejadian sebuah berita. Isu yang disajikan dalam sebuah tajuk rencana tidak harus berupa isu yang baru. Isu tersebut biasa disajikan dalam sebuah halaman editorial.

Penulis juga harus berusaha untuk menjelaskan mengapa sesuatu dapat terjadi atau memprediksi mengenai suatu hal di masa mendatang. Selain itu, penulis dapat merngembangkan sebuah filosofi mengenai kejadian yang terus berubah dalam sebuah berita. Penulis editorial harus selalu dapat mempertanggungjawabkan mengenai opininya. Ia harus tetap mengutamakan bobot fakta dibandingkan dengan argumennya.

Dalam memaparkan pendapatnya mengenai suatu hal, penulis dapat juga memberikan atau menceritakan pengalaman pribadinya dalam membahas mengenai pertanyaan-pertanyaan filosofis mengenai suatu hal yang penting maupun hal yang berkelanjutan. Biasanya, penulis yang menggunakan pengalamannya untuk memgidentifikasi mengneia suatu hal menggunakan kata ganti orang pertama.

Dalam beberapa hal, perbedaan mengenai permasalahan yang dibahas oleh penulis tajuk rencana dan merupakan kompetisi dalam mencari perhatian dan dukungan publik. Penulis dapat dengan mudah membuat sebuah tajuk rencana yang tidak memihak atau “cover both side” mengenai suatu konflik bagi pembaca. Tajuk tersebut biasanya berupa Tajuk Rencana Informatif. Namun, penulis dapat juga memberatkan diri pada suatu pihak. Tajuk tersebut disebu juga sebagai Tajuk Rencana Argumentatif.

Pembaca, selalu menginginkan untuk menyimak apa yang terjadi ke depan, mengira para penulis editorial untuk prediksi apa yang akan datang. Beberapa peristiwa tak dapat diragukan membuntuti sebelum mereka; lainnya harus membawa ke fokus lebih baik Jika mereka melakukannya, para editorial akan mempersembahkan pengetahuan bagi para pembaca dan mereka akan mendapatkan fungsi yang berguna.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: