Posted by: bachtiar hakim | May 19, 2008

“Patahan (=Fault)” – SIMAKDIALOG


CD Simakdialog2CD Simakdialog 1

CD Album “Patahan”. (Foto : Bachtiar pake kamera hape Siemens M75)

Patahan (=Fault) – SimakDialog

Track list :

# 1. One has to be (13:34)

# 2. Spur of the moment (13:02)

# 3. Kemarau (11:07)

# 4. Worthseeing (16:22)

# 5. Kain Sigli (19:49)

Setelah menelurkan album “baur” dan “trance mission”, Grup SimakDialog kembali meluncurkan album terbarunya berjudul “Patahan (=fault).” Album ini dirilis pada tahun 2005 (kebetulan bulan peluncurannya tidak tertera di CD-nya) dan diproduksi oleh demajors. Meski tidak jelas tanggal dirilisnya, saya membelinya sekitar enam bulan setelah Bencana Tsunami Desember 2004 di Aceh . Album ini dipasarkan dalam bentuk CD dengan banderol 50 ribu rupiah. Kebetulan saya membelinya di Disc Tarra Dago, Bandung.

Dalam album “Patahan” ini, konsep musik yang ditawarkan SimakDialog masih sama dengan album “trance mission”. Pengusung aliran Adult Contemporary Jazz Fusion ini masih setia dengan ramuan yang mengaduk-aduk unsur Jazz, Etnik, dan Rock. Bedanya, campuran musik etnik SimakDialog kali ini mengadopsi musik tradisional Aceh dan Sunda. Selain itu, mereka juga menggunakan alat musik tradisional Kendang Makassar, ceng-ceng dan kethuk (Bali).

Riza Arshad, Tohpati, dan Adithya masih tampil prima membawakan lagu instrumental berdurasi panjang (setiap nomor dalam lagu ini berdurasi lebih dari 10 menit). Mungkin inilah ciri khas yang selama ini dipegang Simakdialog sebagai grup musik jazz Indonesia kontemporer. Saya heran juga mengapa nama Jalu Praditina absen dalam album ini? Posisinya di bagian perkusi digantikan oleh Endang Ramdan dan Emy Tata.

Saya pun mencoba menikmatinya. Ternyata, suara-suara digital piano, synths, rhodes yang dramatis dari Riza Arshad tidak hilang. Begitupun dengan lengkingan efek gitar elektrik, synth, dan akustik Tohpati masih membuat bulu kudu saya merinding. Di Simakdialog, Tohpati sepertinya mengeksplorasi dengan optimal skill gitarnya-nya. Saya anggap dia salah satu gitaris handal di Indonesia.

Album Patahan dan Bencana Tsunami

Lalu mengapa saya mengaitkan album ini dengan bencana Tsunami?

Entah, mengapa saat mencoba menerjemahkan judul album maupun judul track di album ini ke dalam bahasa Indonesia, saya mendapati temuan istilah yang berhubungan dengan bencana alam. Pertama, judul album “patahan” dideskripsikan Simakdialog sebagai :

It occurs only to protect and to maintain the balance of nature and it is trully an undeniably natural process in order to keep the harmony of the earth according to His plan.

Lalu saya mendapati kata kemarau, spur of the moment (Bahasa Indonesia : sebuah kemendadakan), dan kain sigli (kain tradisional orang Aceh).

Jujur saja, hati saya tersayat ketika mendengar lagu “Kain Sigli” yang dibawakan Simakdialog bersama Nyak Ina Raseuki a.k.a. Ubiet sebagai vokalisnya. Lagu ini diawali dengan pembacaan puisi melodramatis dalam bahasa Indonesia dan Jerman. Syairnya saya salin sebagai berikut :

KAIN SIGLI

Kain sigli…

Kain jahitan bundaku

Kukenakan jika aku pergi ke dunia

Kain dengan rupa laut, rupa benua

Milikmu jua jika kau ingat namaku

Kain sigli…

kain yang meninggi jua

jika serdadu melintas di depan pintu

kain bundaku…

kain yang bisa luka

jika senjata berseru di Meuredu

Siapa meneteskan darah ke kain sigli

Siapa mencuci kainku dengan air mata

Kain ini akan tumbuh jika aku mati

Kain bundaku akan seluas negeri

Tanamlah benalu ke kain sigli

Diperindah untuk anakmu

Peliharalah tangan pijakan

Agar kain kami benarlah kain

Kain yang memelukku sepanjang gempa

Kain yang gemilang sepanjang duka

Kini sebentar terluka

Kain sigli akan kujahit lagi

Kujahit tak henti…

Sebagai orang Aceh, Ubiet membawakan dengan penuh perasaan (khusyuk kali yach). Dari segi kualitas, saya tak meragukan lagi teknik vokal Doktor Etnomusikologi ini.

Track berikutnya yang menurut saya bagus adalah “spur of the moment”. Saya terpesona dengan permainan piano Riza Arshad yang mengeksplorasi tangga nada Sunda tanpa kehilangan sentuhan improvisasi Jazz-nya. Belum lagi, di track ini ada permainan Rampak Kendang khas Sunda. Saya jadi ingat karya maestro Jazz Piano, Bubi Chen yang saat itu berkolaborasi dengan seniman musik tradisional Cianjuran. Tidak lupa juga teringat Lagu Java Talk karya Jazz Master, Idang Rasjidi bersama sinden dari Sunda dan Jawa.

Saran saya, kalau ingin bisa menikmati lagu-lagu Simakdialog, lakukanlah saat Anda berada seorang diri di kamar bernuansa etnik yang cukup luas. Bisa juga, ketika anda sedang membaca buku-buku serius dan membuat puisi. Aneh juga… entah karena apa, daya kreativitas dan imajinasi tiba-tiba saja terbuka luas. Lama-lama bisa ketagihan seperti saya euy

Atau kalau anda ingin mencoba-coba keadaan trance (fana atau alam bawah sadar merasuki alam sadar) yang ringan, lagu-lagu Simakdialog ini boleh dicoba. Hehehe….

Selamat menikmati dan selalu beli karya anak bangsa yang orisinal !!!

Hidup musik Indonesia!!!

Nih… tonton aja videonya !!!

SimakDialog – One Has To Be


Responses

  1. aku mau lagu nya anane,,klo down load dimana yach


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: