Posted by: bachtiar hakim | July 2, 2008

“Kayon” – PRA, INDRA, GILANG (P I G)



Pra Budidharma, Indra Lesmana. Gilang Ramadhan (P I G)

“KAYON”

Album Reuni Ex-Krakatau yang Bernuansa Etnik

Track List :

#01 little jakarta |3:18|

#02 east coast of java |5:12|

#03 panghareupan |5:18|

#04 medemato kamaki sawosi |3:20|

#05 first dawn |5:45|

#06 mumang |3:53|

#07 makepung |8:18|

#08 kayon |4:04|

Review Singkat :

Apa jadinya bila tiga pentolan Jazz Indonesia bersatu kembali? Dahulu mereka didaulat sebagai musisi “berbakat”. Kini, setelah malang melintang dengan proyeknya masing-masing, mereka kembali bersatu dengan kematangan dan status “master” di Indonesia.

Album “Kayon” keluaran Pra Budidharma (Bas), Indra (Piano/Keyboard), dan Gilang (Drum) seakan menjadi kado reuni yang sarat kualitas. Jujur saja, saya agak terkejut dengan musik yang mereka usung dalam album “Kayon”. Justru awalnya saya menduga bahwa mereka akan menndaur ulang kembali musik Krakatau era 80-an. Saat itu album-album mereka kental nuansa Jazz Fusion dengan dominasi unsur Funk-nya seperti yang dibawakan Weather Report, Uzeb, Shakatak.

Namun, perasaan saya agak berbeda saat melihat nama track-nya di CD album “Kayon” . Ada kata-kata seperti panghareupan, mumang, dan kayon. Istilah-istilah semacam itu pikir saya,, pasti diadopsi dari bahasa daerah di Indonesia. Begitupun dugaan saya bahwa musik mereka mau tak mau menyerap unsur musik-musik tradisonal dari berbagai daerah di Indonesia.

Benar saja. Setelah saya cari-cari di Internet, kata “Kayon” ternyata berasal dari bahasa sansekerta yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “kayu”. Jadi, Kata “kayu” yang sekarang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dulunya diadopsi dari kata “Kayon” itu. . Lagi-lagi dari sumber itu, Kayon dalam dunia pewayangan diartikan sebagai pohon yang mewakili pohon kehidupan dan kreasi, tumbuh dari bumi menjulang ke surga.

Penasaran! Setel saja nomor pertama yang berjudul “Little Jakarta”. Dengan alat musik modern yang minimalis, mereka berhasil menyeret unsur-unsur musik gambang betawi atau apalah nama musiknya (pasti berbau betawi). Berbeda dengan Krakatau ataupun Kua Etnika yang memakai alat-alat mujsik tradisional seprti Kendang, Suling, Bonang, Ceng-ceng, Kethuk, dll, peralatan yang dipakai P I G hanyalah alat modern.

Nomor “Panghareupan” sangat menyentuh saya sebagai orang Sunda. Meski belum begitu meresapi apa makna lagu ini, saya bisa bilang aksi Indra dan Pra jenius. Kok bisa harmoni yang seharusnya dibawakan suling dipermainkan oleh Indra menggunakan pianonya.

Benar-benar Free Jazz! Improvisasinya gila-gilaan dengan alat seadanya. Kadang terdengar seperti Hard Bop tetapi tiba-tiba berubah iramanya menjadi funk. Kalau didengarkan lebih seksama sepertinya saya sudah tidak asing lagi karena sering mendengar Free Jazz Band semacam Chick Corea yang mengadopsi musik spanyol.

Namun citarasa Spanyol tentu beda dengan Indonesia. Semakin mendalami nomor demi nomor di album Kayon semakin terasa nuansa Indonesianya. Saya suka track yang berjudul “east coast of java” dan “makepung”. Intro “east coast of Java” keren abiss. Pokoknya acungan jempol buat ketiganya yang tampil bersahut-sahutan di track tsb. Pertama, Indra Lesmana menggebrak dengan solo piano nada –nada diatonis lalu disambut gebukan snare gilang dan akhirnya disusul garukan bass Pra sebelum ketiganya bermain bersama. Pokoknya “east coast of Java” mantap improvisasinya!

Mulai musik aceh, sunda, betawi, jawa, bali sampai Papua ada di album “Kayon” ini. Tentu unsur-unsur tersebut tidak hadir dalam setiap detik tetapi muncul dalam beberapa reffrain lalu melebur kembali dengan Free Jazz. Anehnya, entah mengapa permainan piano Indra begitu mendominasi. Ia menjadi musisi yang berperan lebih banyak sebagai solois yang berimprovisasi.

Mendengar permainanya, saya jadi kembali bersimpati pada Indra Lesmana. Dulu, musisi ini pernah didaulat oleh maestro piano/keyboard Jazz Chick Correa sebagai “bocah ajaib”. Ketika saya menyimak permainannya yang skilfull di album-album awal Krakatau dan “Mimpi dan Rumah Ketujuh”, julukan itu memang pantas disematkan kepadanya. Namun setelah keluar dari Krakatau, sentuhan improvisasi Indra seakan menghilang. Jalur Pop yang dipilihnya seakan mengebiri kemampuan aslinya. Kini, yang menjadi pertanyaan, apakah permainan Indra di album “Kayon” ini menjadi identitas dirinya sekarang?

Pra sendiri sudah lebih dulu konsisten di jalur Jazz-Fusion dengan dominasi unsur etnik. Selain tetap setia dengan Krakatau, ia pun sering berkolaborasi dengan musisi Jazz lain. Bahkan di Album krakatau terbaru yang berjudul “Rhytms of Reformations”, ia tidak bermain bas melainkan tampil menggunakan alat-alat perkusi tradisional.

Setali dengan Pra, identitas Gilang Ramadhan sebagai drummer serba bisa sudah dispesifikasikannya dengan pilihan jalur “World Music”. Grup Nera besutan Gilang sepertinya menjadi pembuktiannya di jalur World Music. Saya pernah menonton aksi solonya langsung di Java Jazz. Harus diakui kemampuannya memainkan secara simultan drum set moderen dan alat perkusi memang sudah kelas dunia. Pokoknya gak kalah lah sama aksi perkusif Dave Weckl dalam nomor “Tempo de Festival”.

Semoga konsep musik Free Jazz bernuansa etnik yang diusung ketiganya dalam album “Kayon” dapat dipertahankan. Pastinya saya menunggu apakah aksi ketiganya akan makin menggila di album-album P I G selanjutnya? Tetaplah berkolaborasi!


Responses

  1. gw pgn bgt dengerin nih album.. tp skr ud susah bgt tu nyarinya (nyadarnya telat), di toko ud gak ada yg jual semua… mungkin lo bs kasitau dmana gw bs bli ni album.. thx

  2. datang aja ke kostan saya.Saya males ngupload karena keterbatasan bandwith dan alasan keamanan

  3. keren nih album…
    banyak nyunda-nya…

    bener2 mengeksplorasi pentatonik sunda dan kekayaan lokal..
    salut!

  4. upload dong…… huhuhuhuhuhuhuh pengen banget denger…… huhuhuhuhuhu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: