Posted by: bachtiar hakim | September 14, 2008

Mencoba Acuhkan Friendster


Sudah dua bulan ini saya malas sekali membuka account Frienster. Kayaknya udah muak betul dengan kelakuan pengguna situs jejaring sosial ini. Jujur saja, banyak terjadi penyimpangan disini. Apakah harus saya  sebutkan satu persatu penyimpangan itu?

SIngkat saja lah membahas yang paling kentara… Penyalahgunaan terbesar yang saya lihat yakni testimonial/comment yang isinya menjadi seperti Yahoo Messenger atau MIRC.  Pertanyaannya apakah pesan yang bersifat pribadi perlu dipublikasikan? Kenapa tidak menggunakan yahoogroups atau e-mail saja? Yang namanya testimonial adalah penilaian terhadap diri kita, baik itu perilaku, penampilan fisik, status, dll. Jadi buat apa  menanyakan ini-itu lewat testimonial  friendster. Mengapa tidak lewat fasilitas “Messages” yang telah disediakan oleh pengelola friendster ?

Sebelumnya maaf buat teman-teman yang tidak saya muat dan dibalas comment-nya di FS (tapi untungnya dibalas oleh saya lewat SMS).  Seharusnya setiap individu mampu menjadi gatekeeper bagi dirinya sendiri. Ini bukan masalah jaga imej tetapi lebih kepada menjaga etika berkomunikasi di dunia maya.

Terlebih lagi banyak kepalsuan identitas (umur,dll) dan  foto. Apa efek yang didapatkan dari komunikasi dengan makhluk antah berantah yang berkedok palsu? Padahal friendster adalah ide bagus tentang gagasan KTP dunia maya. Ituylah yang membuat saya tidak menghapus Account FS. Saya bisa menjaga hubungan dengan teman-teman lama/baru yang kehilangan/belum punya sarana  kontaknya.  Tentunya dalam komunikasi secara personal dengan mereka bisa dilakukan dengan cara-cara yang lebih baik. Lewat e-mail atau handphone misalnya.


Responses

  1. Yow, nice attitude, bro.

  2. itulah bo saking hebatnya orang indonesia. tangan jadi kaki.kaki jadi tangan. sangeunahna dhewek

  3. Sy baru mencoba tekhnologi ini, terus terang awalnya sih biar ga dikatakan gaptek he he…….sy heran juga waktu teman-teman mentertawakan sy saat mrk tau sy memasukkan data2 real di fs, termasuk email sy yg menggunakan nama asli, karena sy pikir tujuan punya fs ya sama spri pandangan anda!
    So sy jd berfikir anda dan saya yg dimata mereka “LUGU” LUcu n GUoblok, ato mereka yg ga PD(minder) dgn diri mrk sampai mesti memoles diri dgn kepalsuan???
    Pilih yg mana LUGU club pa MINDER club??????????????

  4. kalo anda emang dari awal tidak tahu kan… mending keluar kalo emang anda ngerasa tidak dihargai di komunitas friendster. Ngapain pusing2 dipikirin. Masih banyak yang lebih bagus dan menjanjikan banyak jaringan sosial

  5. yeah gw stuju banget sama pemikiran lw bro, gw liat sekarang facebook pun mengahadapi ancaman yang sama bro!
    essensi dari networking memang udah bergeser jauh.
    gw pernah shoutout di facebook : Facebook ajang curhat tanpa harus bikin kopi. itu banyak banget yg komen…kebanyakan yg mrasa tersinggung…hehehe..emang orang Indonesia masi banyak yg salah paham, ya kadang pun gw juga begitu tanpa gw sadari.
    thanks for sharing bro !


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: