Posted by: bachtiar hakim | March 21, 2009

Dilema Newsless


Dampak dari program rasionalisasi yang gw lakukan adalah putusnya status gw sebagai pelanggan setia koran (Maaf, ya Bang Beni, untuk sementara berhenti dulu). Terpaksa memang. Kalo  diitung-itung, pengeluaran gw untuk koran memang 50 ribu, tapi sayangnya gw gila ngenet. Kalo ditotal duit 300 ribu habis buat anggaran bermedia.Belum lagi beli majalah-majalah yang harganya di atas 20 ribu.

Huahhhh…

Akhirnya gw menjalani hari-hari tanpa koran dan sedikit saja cipratan informasi dari portal-portal berita di Internet.Awal-awal kerasa banget perbedaannya. Gw jadi gak pede ngobrol dengan dosen maupun temen2 mahasiswa yang dikenal cukup intelek. Gw juga lebih banyak jadi pendengar di spot-spot nongkrong.  Satu lagi, karena gw gak suka nikmatin siaran teve, pengetahuan gw dalam hal isu jadi kalah ketimbnag ibu-ibu warung di depan kostan. Masak gw dibilang gak gaul gara-gara gak tau kematian david. Shitt!

Efeknya lagi (walaupun sebenarnya kelihatan gak nyambung), gw jadi males nulis di blog. Kenapa? Karena gw gak punya banyak bahan buat ngelamun. Hahaha… Akhirnya,hasrat menulis gw sedikit demi sedikit terkubur hdup-hidup.

SIAL!!! INI HARUS DIATASI SECEPATNYA!

Sebagai gantinya, gw numpang bermedia di orang-orang kaya dan spot-spot media ang gratis. Jangan heran kalo liat gw nongkrong, di Cherish dan Fikom  dengan laptop pinjaman. Atau, tunmben2an si bachtiar berlama-lama di Jurusan untuk nimbrung baca tumpukan koran yang disediakan jurusan.

Hidup tanpa Media memang Tidak Mengenakkan!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: