Posted by: bachtiar hakim | August 2, 2009

Jalan2 & Jajan2 Bogor


Lokasi 1 : Jalan Batutulis

Prasasti Batutulis

Jl. Batutulis (samping persimpangan Jl Batutulis dgn Jl. Lawang Gintung)

Tulisannya sudah ada di folder saya

Istana Batutulis

Jl. Batutulis (Depan Prasasti Batutulis) Bogor

Tepat di depan Prasasti Batutulis terdapat bangunan yang menjadi tempat peristirahatan Soekarno, Presiden pertama RI. Dengan izin khusus yang bisa diurus di lokasi bangunan, anda dapat mengunjungi Istana Batutulis yang sebelumnya dinamakan Hing Puri Bhima Sakti oleh Bung Karno.  Masuk ke kompleks istana ini, anda akan menemukan koleksi-koleksi patung, lukisan,  lengkap dengan bangunan petilasan yang  menghadap ke arah Gunung Salak. Bangunan yang pembangunannya selesai  sekitar tahun 1963 ini tidak lepas dari rimbunnya pepohonan dan jalan yang medannya  dibuat berkelok-kelok. Kini, bangunan yang sempat diambil alih oleh pemerintah pada zaman Soeharto ini telah diberikan kembali hak miliknya kepada  keluarga Bung Karno.

Gumati Café Batutulis

Jl. Batutulis (R. Saleh Danasasmita) No. 165 Bogor

Sekitar 300 meter dari Istana Batutulis berdiri Gumati Cafe Batutulis yang berada di tepi lembah Sungai Cisadane.  Layaknya sebuah kafe, anda bisa menikmati sajian kopi hangat beserta makanan dengan menu yang beragam di kafe yang baru diresmikan bulan pertengahan bulan Juni lalu. Seperti cabang Gumati yang lain, aspek lokasi bangunan sepertinya diperhatikan betul oleh pengembang. Gumati Batutulis menghadap langsung hamparan Gunung Salak dan di kompleks bangunan utama terdapat sebuah bunker peninggalan Belanda yang ditemukan tidak sengaja saat penggalian pondasi bangunan.  Kini, obyek sejarah yang belum dikelola oleh pemerintah kota Bogor itu  santer dikunjungi wisatawan.

Vihara Budhasena

Jl. Batutulis No. 6 Bogor

Vihara Budhasena terletak di ujung jalan Batutulis saat Anda masuk dari Jalan Siliwangi.  Sebagai tempat peribadatan,  bangunan yang dipugar pada akhir tahun 1990-an ini ramai dikunjungi oleh umat budha dan warga keturunan Tionghoa yang bermukim di sekitar Jalan Suryakencana dan Siliwangi . Anda bisa melihat patung Budha yang terdapat di lantai teratas bangunan.  Pada saat perayaan hari besar Cap Gomeh, Vihara ini  menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi.

Saung Makan Batoe`toe

Jl. Batutulis no. 2 Bogor

Pada kunjungan terakhir, Anda bisa menyantap sajian khas Sunda di Saung Makan Batoe`toe. Cukup berjalan kaki karena lokasinya tidak jauh dengan Vihara Budhasena. Rumah makan berkonsep bangunan tradisional Sunda yang dirintis Pak Sunadi pada awal tahun 2008 ini  menyediakan Nasi Liwet Khas Sunda, Sop Buntut, dan karedok. Konsep ” masakan dadakan” yang ditawarkan membuat makanan terlihat segar  saat disajikan. Dengan harga mulai dari 9 ribu rupiah, anda bisa menikmatinya hingga pukul 10 malam.

Lokasi 2 : Jalan Pahlawan, Bogor

Jalan Pahlawan yang terletak di Kecamatan Bogor Selatan mempertemukan Jalan Batutulis dengan Jalan R. Aria (Empang). Dengan pemandangan Gunung Salak di sebelah selatan, jalan yang membentang sekitar tiga kilometer ini  sering dikunjungi oleh wisatawan. Berikut beberapa obyek yang dapat dikunjungi :

Taman Makan Pahlawan

Terletak di ujung Jalan Pahlawan, Taman Makam Pahlawan (TMP) Dreded menjadi ikon kawasan ini. Sesuai namanya, TMP ini menjadi saksi sejarah puluhan  pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Bambu runcing yang tertancap di makam menandakan tempat peristirahatan terakhir bagi Sang Pahlawan.  Kini, taman ini sering dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar  sebagai area rekreasi dan olahraga.

Pusat Jajanan Bondongan

Tepat di depan TMP Dreded terdapat area belasan pedagang kaki lima yang menjajakan sajian. Anda bisa menikmati ranumnya buah-buahan khas Bogor seperti talas dan nangka. Tersedia juga sajian makanan dan minuman  lainnya  seperti :Soto Kuning, Ayam Bakar, dan Bandrek.

Makam Raden Saleh

Sekitar satu kilometer dari TMP terdapat pula bangunan bersejarah, yakni Makam Raden Saleh. Bertempat di antara rumah-rumah penduduk, bangunan peristirahatan terakhir Maestro seni lukis bernama lengkap Raden Saleh Syarif Bustaman  (1807-1880) ini  kini mudah dikenali dari pendoponya setelah dipugar oleh Galeri Nasional Indonesia.  Anda juga bisa melihat  prototip karya  tokoh perintis seni lukis Indonesia tersebut.

Pusat Penjualan Kitab dan Oleh-Oleh Khas Mekkah

Di ujung Barat jalan Pahlawan terdapat perkampungan pekojan Empang yang sudah ada sejak abad ke-19. Dahulu, penyiaran  agama islam di kota Bogor berpusat di sini. Kini tradisi itu berlanjut dengan berdirinya belasan toko-toko yang menjual beragam kitab-kitab agama  dan oleh-oleh khas Mekkah, seperti Kurma, Air Zam-Zam, dll.    Bagi yang gemar mengoleksi wewangian, dapat membeli bibit minyak wangi di sini.

Kedai Bakso Sido Mampir

(Jalan Pahlawan No. 137 Bogor)

Pada kunjungan terakhir ke Jalan Pahlawan, anda bisa mencicipi sajian Mie Ayam Bakso Sido Mampir. Santapan Mie Ayam Bakso Sapi menjadi andalan di kedai  yang dirintis Pak Ngatimin sejak tahun 1975 ini.  Dengan harga mulai 12 ribu rupiah, anda bisa menikmatinya mulai pukul 11.00 hingga 21.00.


Responses

  1. Sering lewat daerah sini, tapi belum pernah mampir..hehe…
    Jika ingin mengunjungi tempat2 menarik diatas menggunakan angkot, info trayeknya ada di http://eengsu.wordpress.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: