Posted by: bachtiar hakim | August 2, 2009

Jalan2 & Jajan2 Jakarta (Part 1)


Lokasi 1 : Jalan Radio Dalam

Terletak di Kotamadya Jakarta Selatan, Jalan Radio Dalam menghubungkan kawasan Blok M dengan Cilandak dan Pondok Indah. Pada jam-jam kerja, lalu-lintas Jalan Radio Dalam terkenal padat. Sambil melepas penat di jalan yang identik dengan radio ini,  anda dapat  mengunjungi beberapa tempat berikut ini :

Rawon Mbak Setan

Dari arah Blok M, Rumah Makan”Rawon Setan Mbak Endang” terletak di perempatan pertama ketika anda memasuki Jalan Radio Dalam. Dengan konsep restoran dalam rumah toko (ruko), Rawon racikan Mbak Endang yang berpusat  di Surabaya ini menjanjikan menu Rawon dengan bumbu yang sangat pedas, sehingga pemiliknya menyebut dengan istilah ”setan”. Dengan harga mulai 15 ribu, anda bisa menikmati ”panasnya” dari pukul 08.00 hingga 02.00.

Taman Perumahan TNI AL

Bosan dengan keruwetan Jalan Radio Dalam, anda bisa bersantai sejenak sambil menghirup udara segar. Tidak jauh dari Rawon Setan terdapat perumahan TNI AL yang menjanjikan banyak taman berkonsep Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan lapangan olahraga, seperti Voli dan Sepakbola. Ruang publik tersebut diramaikan juga oleh pedagang kaki lima.

Menara Pengawasan RRI

Cukup mudah untuk menyaksikan menara pemancar setinggi kurang lebih  100 meter sebagai ciri khas Jalan Radio Dalam. Bangunan tersebut menyatu dengan gedung pengawasan siaran Radio Republik Indonesia (RRI). RRI yang lahir pada 11 September 1945 menggunakan gedung di Jalan Radio Dalam ini sebagai Pusdiklat. Dengan izin khusus, anda dapat melihat dokumen-dokumen sejarah penyiaran radio di Indonesia sekaligus berkesempatan melakukan kunjungan studi ke studionya .

Soto Ambengan R.M. Letisia

Lelah dengan kunjungan studi ke Menara Pengawasan RRI, ada dapat mencicipi sajian kuliner lainnya selain Rawon Setan. Sajian Soto Ambengan yang dihidangkan R.M Letisia dapat menjadi pilihan terdekat. Dengan konsep ruangan dan penyajian khas Jawa, anda dapat merasakan variasi masakan yang terasa lebih manis dan gurih di rumah makan yang berdiri sejak delapan tahun lalu ini.

Pondok Seafood

Pada jam terakhir, Pondok Seafood sebagai rumah makan terbesar di jalan ini dapat menjadi pilihan. Selain letaknya tidak jauh dari ujung Jalan Radio Dalam,  rumah makan ini juga menyuguhkan beragam sajian. Anda bisa memilih menu Kepiting  dengan balutan Saus Padang sampai yang bersaus Makassar. Harganya mulai dari 5 ribu rupiah dan dapat disantap hingga pukul 24.00.

Lokasi 2 : Jalan Utan Kayu Raya

Jalan Utan Kayu terkenal dengan kepadatan lalu lintas dan bangunannya. Namun, sempitnya  ruas jalan Utan Kayu Raya, tidak mengurangi fungsinya sebagai jalan alternatif yang menghubungkan Jakarta Pusat dengan Jakarta Timur. Berbagai usaha-usaha kecil-menengah dan lembaga-lembaga sosial berdiri di kawasan ini. Adapun tempat-tempat yang bisa dikunjungi antara lain :

Area Kegiatan Komunitas Utan Kayu

(Jalan Utan Kayu No. 68)

Dalam satu dasawarsa terakhir, area Komunitas Utan Kayu  (KUK) semakin populer sebagai tempat pengembangan pemikiran dan kreativitas di Jakarta. Kegiatan diskusi kebudayaan, agama sampai  pertunjukkan seni cukup rutin digelar di tempat pertemuan komunitas yang berdiri pada tahun 1994 tersebut. Anda juga bisa menyaksikan sekaligus belajar teater di Teater Utan Kayu dan menambah wawasan seni di Galeri Lontar.

Toko Buku Kalam

(Jalan Utan Kayu No. 68)

Masih dalam kawasan Area Komunitas Utan Kayu, berdiri toko buku Kalam yang fokusnya menyajikan buku-buku sosial, budaya, seni, filsafat, dan komunikasi. Meskipun ruangannya kecil, banyak daftar buku-buku sosial yang jarang ditemui di pasaran karena dicetak terbatas. Anda juga bisa membaca buku-buku sambil berdiskusi dengan pengelola toko sebelum membelinya.

Radio 68 H

(Jalan Utan Kayu No. 68)

Dengan jarak puluhan meter saja dari Toko Buku Kalam,  berdiri studio Radio 68H. Nama “68H” diambil dari nomor lokasi kantor di Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur. Selain memproduksi berita-berita nasional yang dipakai oleh sekitar  650 stasiun radio di Indonesia dan luar negeri, radio ini juga mempunyai peran yang sentral sebagai radio komunitas di Kawasan Utan Kayu. Dengan mengurus perizinan terlebih dahulu, anda bisa mengunjungi dapur pemberitaan radio ini.

Bakmi Utan Kayu

(Jalan Utan Kayu

Lelah dengan wisata seni dan pemikiran, anda bisa bersantai dengan menikmati sajian Mie Goreng dan Fuyunghai di Bakmi Utan Kayu. Kedai yang didirikan berdiri oleh keluarga A Jon Youk sejak awal tahun 1980-an ini menyediakan juga sajian Chinese Food dan Sea Food dengan bumbu racikan yang khas.

Pijat Refleksi Utan Kayu

Sekitar dua ratus meter dari Bakmi Utan Kayu, anda bisa menemukan tempat berbaring untuk mengembalikan kebugaran fisik dan mental anda di Pijat Refleksi Utan Kayu.  Dengan pemijat yang sudah terlatih keahliannya, anda akan mendapatkan terapi di ruangan ber-AC yang suasananya didesain serupa  lounge bernuansa etnik.

Lokasi 3 : Jalan Pramuka

Jalan Pramuka merupakan penghubung yang strategis  antara wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Timur. Bila hendak bepergian ke daerah Rawamangun ataupun Pulo Gadung  menggunakan moda Busway, anda akan melintasi jalan ini .  Beragam jenis tempat usaha maupun perkantoran pemerintahan bercokol di sini. Berikut beberapa tempat yang bisa dikunjungi.

Tugu Pramuka

Turun dari halte busway Pasar Genjing, anda akan langsung menemukan sebuah tugu  dengan tunas kelapa sebagai simbolnya.  Bangunan ini menjadi penanda utama jalan Pramuka. Anda dapat  mengabadikan gambar bersama teman-teman di bangunan setinggi 7 meter ini. Sayangnya, pada bangunan tugu  tidak terpampang informasi sejarah pendirian bangunan tersebut.

Kawasan Taman Pramuka/Genjing

Tugu tersebut terletak di tengah Taman Pramuka/Genjing.  Sebagai salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Jakarta Timur, taman ini menjanjikan kesejukan alami dari pohon-pohon rindang dan tanaman hias. Sambil duduk di bangku  taman atau berjalan-jalan di pedestrian yang berfungsi juga sebagai resapan air, anda bisa menikmati berbagai makanan tradisional yang dijajakan di pinggir taman.

Pasar Genjing

Sekitar seratus meter dari jalan terdapat pasar Genjing yang telah ada sejak zaman kolonial Belanda. Nama pasar tradisional itu diambil dari pohon genjing – di wilayah lain populer dengan nama sengon –  yang ada di lokasi pasar. Meski kawasannya  tidak begitu luas, tetapi anda dapat menghabiskan waktu cukup lama untuk berhunjung ke kedai lain yang menjajakan jajanan tradisional. Layaknya pasar tradisional lainnya, anda juga dapat berbelanja buah, sayuran,  dan  bahan-bahan kebutuhan pokok lainnya di sini.

Kerajinan Rotan

Dengan menyebrang dan menyusuri kawasan sebelah barat Pasar Genjing,  anda akan menemukan kursi-kursi rotan yang dipajang di atas trotoar. Beragam bentuk kerajinan mebel yang  ramah lingkungan dan bernuansa etnik dapat dipilih di sentra yang sudah berdiri pada akhir tahun 1970-an ini. Selain itu, pedagang juga menyediakan jasa servis mebel.

Lapo Siagian / Br Tobing

Tidak jauh dari sentra rotan, anda bisa singgah di Lapo Siagian/Br. Tobing yang menyajikan kuliner dengan suasana rumah tradisional batak. Diiringi alunan lagu-lagu tradisional batak anda bisa mencicipi makanan khas batak di lapo atau rumah makan yang berdiri sejak 1984 ini, seperti menu Panggang Lomok-Lomok.

(dimuat di rubrik 5 Hours Media Indonesia , Juni)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: