Posted by: bachtiar hakim | August 2, 2009

Jalan2 & Jajan2 Jakarta (Part 2)


Lokasi 1 : Jalan K.H. Abdul Syafi`ie

Kalau menilik sejarahnya, jalan di kawasan Casablanca-Tebet, Jakarta Selatan ini dahulu bernama Jalan Lapangan Roos. Barulah pada akhir tahun 80-an, jalan ini mulai santer dibicarakan pergantian namanya dan muncullah nama K.H. Abdullah Syafi`ie yang diusulkan oleh Pemda Jakarta Selatan. Pemberian nama itu dimaksudkan untuk mengenang jasa ulama besar asal Betawi yang mengabdi pada masyarakat di kawasan tersebut.

K.H. Abdullah Syafi`ie sendiri lahir di Kampung Bali Matraman pada 10 Agustus 1910. Perguruan As-Syafi’iyah yang dirintisnya sejak tahun 1930 berlokasi dekat jalan yang diambil dari namanya itu. Adik kandung dari Tuti Alawiyah ini merupakan salah satu pendiri Majelis Ulama Indonesia. Beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum MUI DKI Jakarta sebelum wafat pada 3 September 1985.

Jalan K.H. Abdullah Syafii masih menyimpan berbagai peninggalan ulama besar tersebut. Salahsatunya, Radio RAS FM yang dahulu digunakan sebagai media dakwah perguruannya.

Meskipun menyimpan potensi sebagai pusat dakwah, kawasan ini juga mulai beralih menjadi salah satu sentra usaha rumah makan dan restoran di Jakarta Selatan. Kita tidak hanya dapat menikmati masakan khas Betawi saja, tetapi juga mencicipi menu yang khas dari para pendatang. Hidangan tradisional dan modern tersedia di sini. Nah, ada pula berbagai macam keunikan yang ditemukan dalam penyajiannya.

Mari kita tengok keunikannya :

RAS FM

RAS FM yang mengudara di frekuensi bisa dibilang radio yang umurnya cukup tua di jakarta. Berdiri pada tahun 1967 dan idenya digagas oleh K.H. Abdullah Syafi`ie. Sesuai konsep pendirinya, radio ini dari sejak berdiri hingga kini telah dikenal sebagai media dakwah Islami di Jakarta Selatan. Kini, radio tersebut tergabung dalam Yayasan Ar-Rasyidiah yang dikelola oleh Abdul Rasyid, anaknya. Bagi anda yang ingin mengetahui sejarah K.H. Abdullah Syafi`ie, bisa langsung mengunjungi Radio RAS FM di Graha Rasyidiah.

Depot Soto Gebraak

Masuk ke rumah makan ini, anda bakal disambut dengan gebrakan botol. Bila baru pertamakali mengunjungi restoran yang dirintis sejak tahun 1973 oleh Cak Anton ini, pastilah anda cukup terkagetkan. Namun, ternyata botol yang digebrak itu tidak sekedar sensasi saja. Getaran botol itulah resep manjur yang menjadikan kuah Soto daging, Soto ayam, Soto Combi daging ayam, dan Soto Campur Jeroan ini berbeda dari soto-soto lainnya.

Cara menggebrakkan botol penyedap sebelum dituangkan ke kuah soto ini juga sempat ditiru oleh beberapa pedagang kaki lima. Namun. Ada satu hal yang membuat rumah makan ini tetap eksis yakni merek dagang Depot Soto Gebraak yang sudah dilindungi Hak Cipta.

Nah, dengan kocek lima belas ribu rupiah, anda sudah bisa menikmati seporsi soto. Coba saja anda tanyakan mengapa digebrak? Pertanyaan anda akan disambut aksi yang cukup eksentrik dari pramusajinya.

Mesjid Jamie Al Makmur

Mesjid ini bisa dibilang sebagai yang tertua di sepanjang jalan K.H. Abdul Syafi`ie. Sepintas tidak ada yang unik dari bangunan yang berdiri pada tahun 1962 tersebut. Namun, coba saja perhatikan ketika mesjid bermenara tinggi ini mampu menjulang di antara komplek pertokoan.

Restoran H. Mamink Daeng Tata

Kuah Rempah Babasah yang membaluri potongan iga sapi panggang dalam menu Tata Ribs terlihat mengundang selera bagi siapapun. Bila belum kenyang menyantap, anda bisa mencoba juga Sop Konro berikut Es Pisang Ijo dan Es Pallubutung– nya. Bungkus juga Nasi Goreng Merah Makassar untuk dinikmati dengan saus racikan yang khas!

Ups… Jangan berfikir lemak bakal membanjiri tubuh! Apapun menu Iga di restoran yang didirikan Daeng Tata enam belas tahun silam ini, bebas kolesterol. Wajar saja, Iga direbus sampai enam jam untuk menghilangkan lemaknya. Namun, perlu sabar untuk mengantri hidangan ini karena tempatnya cukup ramai.

Sedap Wangi Resto & Bakery

Bila mau menikmati sajian tradisional Ayam Kalasan dengan suasana dan dekorasi yang cukup mewah, datanglah ke Sedap Wangi Resto & bakery. Tak lupa, pesan pula menu urap dan pepes yang disajikan secara ekslusif.

Dengan konsep one stop resto & bakery, tidak perlu susah-susah mencari oleh-oleh untuk keluarga sehabis mengadakan private meeting. Bakery yang terletak di lantai dasar menyajikan Black Forest berukuran jumbo selain pastel baka dan risoles rogut ayam sebagai sajian andalan restoran milik Chi Nyuk San yang berdiri apda 2005 ini.

(dimuat di rubrik 5 hours, Media Indonesia, Juni 2009)

Lokasi 2 : Jalan Pegambiran

Jalan Pegambiran menghubungkan ruas Jalan Perserikatan di sebelah utara dan Jalan Cipinang Baru Raya di sebelah selatan. Membelah Kecamatan Rawamangun, Jakarta Timur sepanjang kurang lebih 800 meter, Jalan Pegambiran merupakan salah satu kawasan pusat perdagangan di dekat jantung kota Jakarta Timur. Adapun beberapa tempat yang dapat dikunjungi, antara lain :

Terminal Rawamangun

(Jl. Pegambiran No. 1 Rawamangun)

Terminal Rawamangun merupakan bangunan terluas dan paling ujung di sebelah utara Jalan Pegambiran. Bila Anda ingin mengunjungi Jalan Pegambiran dengan angkutan umum, terminal yang diresmikan pada tahun 1974 ini dapat menjadi patokan . Meskipun merupakan sub-terminal, Terminal yang frekuensi operasi busnya mencapai rata-rata 83 kali sehari tersebut dapat menyediakan informasi yang melimpah untuk perjalanan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) anda. Jumlah perusahaan yang menyediakan rute AKAP mencapai 40 dengan trayek Sumatera dan lintas Jawa. Jumlah pengunjung terminal ini dapat membludak saat hari libur maupun hari besar.

Pasar Rawamangun

(Jl. Pegambiran – depan Terminal Rawamangun)

Sehabis singgah di Terminal Rawamangun, anda dapat mengunjungi Pasar Rawamangun. Letaknya yang tidak jauh dari pusat transportasi tersebut membuat Pasar yang berkategori “Pasar Pagi” ini selalu ramai oleh pedagang dan pengunjung. Bila anda ingin berbelanja, pasar berlantai tiga yang diresmikan total pada tahun 16 Juni 1991 ini menyediakan 344 kios dan 565 lapak yang menyediakan kebutuhan pokok maupun sandang. Bangunan pasar ini sebenarnya telah ada sejak tahun 1970-an berupa Pasar Inpres, tetapi mulai digarap ulang pembangunannya pada tahun 1991. Waktu berbelanja di pagi hari lebih direkomendasikan bagi pengunjung pasar seluas 4000 meter persegi ini.

Kios-Kios Tanaman Hias dan Bunga

(Jalan Pegambiran – Samping Pasar Rawamangun)

Jenuh dengan suasana pasar, Anda dapat berpaling menuju kesejukan kios-kios yang menjual tanaman hias dan bunga. Keseluruhan, ada empat kios yang beroperasi tidak kauh dari Pasar Pagi Rawamangun. Tanaman hias, seperti : aglonema, suplir, anthurium, dll disediakan di petak dengan luas kira-kira 5 x 5 m ini dengan harga yang terjangkau. Begitupun bunga-bunga semacam Sedap Malam dan Mawar ditawarkan oleh para pedagang yang rata-rata berasal dari Jawa Tengah ini. Kios-kios tanaman ini bermunculan Pasar Rawamangun direnovasi.

Rawamangun Square

(Jalan Pegambiran No. 55 Rawamangun)

Sekitar dua ratus meter dari Pasar Rawamangun, terdapat pusat perbelanjaan modern yang dapat Anda kunjungi. Terdapat ratusan gerai yang berdiri di empat lantai bangunan Rawamangun Square, mulai dari penyedia buku, busana, hingga makanan. Retail-retail besar seperti Giant, dapat menjadi pilihan berbelanja kebutuhan pokok. Selain itu terdapat ruang-ruang publik untuk mengakses internet secara gratis. Dahulu, Rawamangun Square ini bernama Mal Artomoro, sebelum berganti nama dan dipugar ulang pada tahun 2008. Sempat pula kawasan ini terbakar pada tahun 1998.

R.M. Sate Mak Syukur

(Jalan Pegambiran No. 37 Rawamangun- Depan Rawamangun Square)

Capai berkeliling di pusat perbelanjaan modern, Anda bisa beristirahat sambil menyantap menu tradisional. Cukup menyebrang jalan raya menuju Rumah Makan Sate Mak Syukur. Anda dapat mencicipi sajian Sate Padang, Soto Padang, Nasi Goreng Padang, dan menu lainnya berakhiran Padang. Citarasa Padang memang telah dicitrakan sejak rumah makan ini didirikan oleh Sutan Radjo Endah pada tahun 1941. Adapun kini, pengelolaannya telah dilimpahkan kepada generasi selanjutnya. Dengan iringan lagu-lagu Minang, santapan Anda dapat dinikmati dengan harga mulai delapan ribu rupiah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: