Posted by: bachtiar hakim | August 27, 2009

Menggelandang ke Cafe


Malam ini sepertinya bakal seperti malam-malam sebelumnya. Rokok, kopi, buku, teman bercanda, teman debat dan teman curhatan selalu  saja hadir dalam malam yang panjang. Kemarin, sekarang, dan entah seterusnya, selalu saja begitu.  Bagi saya, malam di bulan ramadhan adalah malam yang selalu panjang.

Bagi gelandangan seperti saya, hanya tempat dan lawan bicaralah yang membedakan tiap malam. Malam ini saya mencoba nongkrong di cafe milik teman di Jatinangor. Masih tetap dengan kopi, rokok, dan buku. Saya merasa   hangat oleh   sentuhan blues dan world music yang menyelimuti ruangan bernuansa etnik.

Saya tidak tahu besok dimana dan pada siapa saya akan berlabuh. Saya enggak mau pusing dengan semua lelakon  ini.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: