Posted by: bachtiar hakim | October 2, 2009

Bali 0 – Ide Gila Tentang Perantauan ke Pulau Seberang


Ide Gila Tentang Perantauan

Bandung, 23 September 2009 (H+1 Idul Fitri ).

19.00. Cileunyi, Bandung

Keberangkatanku kali ini sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari. Bahkan tiga bulan sebelum bulan September. Namun, waktu yang lama itu hanya menjadi  sekedar ajang  pembulatan tekad, pelengkapan administrasi dan pembekalan pengetahuan. Tiada persiapan fisik yang spesial. Tiada bekal yang   mewah yang bisa dibawa. Sore itu aku hanya menjinjing sebuah tas berisi beberapa helai pakaian  dan sebotol air minum kemasan di dalamnya.

Aku tidak punya kenalan dekat di pulau Bali. Hanya beberapa teman jauh hasil pertemuan singkat yang bisa diandalkan untuk membimbing hidupku disana. Maka dari itu, merencanakan apa yang akan kulakukan di sana menjadi hal yang penting. Aku menyusun dengan rapi rencana A sampai C.  Tujuan utama, tentunya job training, mencari bahan penelitian,  dan mencari pengalaman spiritual. Namun, tak bisa dipungkiri, kesempatan  untuk berwisata dan meneguk rejeki dari gerbang Pariwisata Indonesia itu memang menggiurkan.

Aku tidak mau membebani diriku dengan target yang aneh-aneh. Aku cukup ingin mengadakan grand tour layaknya seorang peneliti etnografi. Biarlah pengalaman dan teman-teman baruku di sana yang menentukan selanjutnya. Aku hanya ingin bisa hidup dengan uang ala kadarnya di sana.

Justru beban terbesar tertimbun di tas  daypack. Lewat siasat packing, aku bisa mengisinya dengan pakaian berbahan tebal, buku catatan, dan beberapa buku bacaan, peralatan elektronik,  dan peralatan mandi. Sungguh tak terbayangkan tas sekecil itu mampu menahannya.  Aku hanya berharap badanku yang sedikit gemuk setelah tinggal bersama Paman di Cileunyi mampu membawa diriku dan beban itu menuju Denpasar, Bali.

Pukul tujuh malam, aku diantar oleh pamanku menuju Stasiun Rancaekek untuk mengejar kereta Kahuripan. Walaupun santer kabar, seriap tahun KA ekonomi selalu dibanjiri pemudik, tapi aku tidak punya pilihan lain. Pesawat dan Bus terlalu mahal bagi kantongku yang hanya berisi uang 450 ribu.

Perayaan hari kedua Lebaran yang umumnya lebih banyak diisi kegiatan Silaturahmi dan wisata membuat jalanan Bandung – Garut terlihat ramai. Aku berbelok di pasar Dangdeur dengan kecepatan tinggi seraya berharap dalam lima menit sudah bisa menjejakkan kaki di stasiun kecil itu.

Ruang tunggu kereta di sebelah pintu masuk stasiun terlihat sepi. Begitupun loket yang hanya disambangi satu dua orang saja.  Namun, siapa sangka, ratrusan penumpang sudah menunggu di lintasan keberangkatan. Petugas stasiun pun memberitahukan  bahwa karcis keberangkatan sudah ludes dibeli pemudik. Begitupun dengan kabar bahwa KA. Kahuripan tidak berhenti di Rancaekek karena penumpang sudah penuh sejak KA Kahuripan melintasi St. Kiaraconding.

Sial sekali, diriku. Sungguh menyesal tidak mempersiapkan tiket  dari jauh-jauh hari. Akhirnya, aku dirujuk untuk membeli tiket KA Kutojaya Selatan yang berangkat dari St. Kiaracondong dengan selisih waktu dua jam dengan KA. Kahuripan. Mendengarnya, semangat ini jadi  hidup kembali. KRD Cicalengka – St. Hall yang melintas di jalur dua langsung digerebeg oleh penumpang yang tidak  kebagian karcis, termasuk aku.

Gerbong kereta yang settingan tempat duduknya mirip KRL itu agak lengang meskipun penumpangnya banyak. Dengan uang seribu yang telah dikeluarkan untuk membeli tiket, harapan untuk berlomba-lomba dalam mencari bangku kosong di kereta Kutojaya sangatlah tinggi.

Butuh waktu setengah jam untuk tiba di Stasiun Kiaracondong. Tiga buah kereta berhenti sejajar. Pertama, kereta Kahuripan yang ternyata keberangkatannya ditunda sampai dua jam. Kedua, kereta Kutojaya yang bakal kutumpangi dan jadwal keberangkatannya semakin tidak jelas dan satulagi KRD yang kutumpangi dari Rancaekek.

Bersambung ke Bali 1……..


Responses

  1. Kang, mana nih lanjutannya?? Pasti gg selesai dah… kayak yang ke ceremai kemarin… hikz hikz…
    tanggung jawab loh uda bikin penasaran, hehehe…

    Peace Kang… semoga sukses selalu. ^_-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: