Posted by: bachtiar hakim | December 17, 2009

Cerita dari Bali : Anjing di Bali dan “Anjing” di Bandung


Saat datang ke acara West Java Night di Art Centre, Denpasar,  saya dapat cerita  guyon dari orang Sunda yang sudah lebih dari sepuluh tahun menetap di Bali. Ia juga yang memberitahu tentang organisasi Paguyuban Pasundan yang bermarkas di Jack Restoran. Isi guyonnya  kurang lebih seperti berikut :

Orang Sunda  : Bli, binatang apa yang awal katanya A,  terus akhirannya NG?

Orang Bali      : Anjing

Orang Sunda   : anjing, maneh pinter

Orang Bali      : Anjing peliharaan saya emang pintar

Orang Sunda  : Goblog sia, anjing!

Orang Bali      : Kamu gak konsisten, tadi anjing saya dibilang pintar, sekarang dibilang

goblok

Orang Sunda  :  Cicing Kamu, Anjing!

Orang Bali      : (sadar ia dibilang Anjing, ia menyepak kemaluan si orang Sunda)

Orang Sunda  :  Anjiiiiiing… pas pisan… Anjing nyeri…. Anjiiiiing….

(Orang Sunda tersungkur dan tetap saja “menggonggong” kata Anjing)

* catatan :

Cicing dalam Bahasa Sunda berarti diam

Cicing dalam Bahasa Bali  berarti anjing

————————-

Nah, tentang fenomena Anjing di Bali ini saya mencoba lebih membahasnya lagi lewat tulisan  “Anjing”, ada Perda tentang Anjing.  Sebagai orang luar yang datang ke Bali, saya mencoba  mencari tau  mengapa anjing di Bali jumlahnya sangat banyak dan terdapat banyak mitos seputar kehidupan anjing dan kaitannya dengan manusia.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: